Mahasiswa Dipiting saat Demo Kelangkaan BBM di Kantor Pertamina Regional Sulawesi

LeoMN
Demo kelangkaan BBM di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berujung ricuh di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax serta LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Aksi awalnya berlangsung kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan pintu masuk kantor Pertamina dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI.

Mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan "Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil." Massa sempat hendak membakar ban, namun upaya tersebut dilarang oleh polisi.

Sekitar satu jam berorasi, situasi mulai memanas lantaran tidak ada pejabat atau perwakilan Pertamina yang menemui massa. Sejumlah mahasiswa kemudian nekat memanjat pagar kantor.

"Kedatangan kami di sini sebagai bentuk keresahan masyarakat. Kami sampaikan jika kalian takut keluar temui kami, saya yang masuk, Pak," teriak salah seorang mahasiswa dari atas pagar.

Mahasiswa menilai pelayanan Pertamina terhadap masyarakat belum maksimal. Mereka mengeluhkan antrean panjang di sejumlah SPBU yang membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

"Kita antre dari sore sampai subuh, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel," ucap mahasiswa tersebut.

Dua mahasiswa kemudian melompat masuk ke area kantor Pertamina. Keduanya langsung diamankan, ia terlihat dipiting petugas keamanan yang berjaga di lokasi dan kemudian dipaksa keluar dari area kantor.

Melihat rekannya diamankan, massa lainnya berusaha masuk ke dalam kantor. Namun, upaya tersebut dihalangi aparat kepolisian.

Sementara itu, dua mahasiswa yang telah berada di dalam area kantor terus meminta dilepaskan. Setelah beberapa saat, keduanya akhirnya dikeluarkan melalui pintu gerbang.

Panglima Besar GAM Makassar, Fajar Wasis, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan penyebab kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg yang terjadi di sejumlah daerah di Sulsel.

"Kami melihat bahwa persoalan distribusi BBM, baik itu Pertalite, Pertamax, dan gas 3 Kg, itu merupakan tanggung jawab dari Pertamina untuk menyediakan secara cukup. Namun, hari ini masyarakat masih sulit mendapatkannya," kata Fajar kepada wartawan.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network