MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai dipadati antrean kendaraan yang ingin mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Menanggapi fenomena tersebut, pihak kepolisian memperketat pemantauan guna mengantisipasi praktik penimbunan.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Barru, Iptu Syaripuddin, membenarkan adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Barru. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan BBM subsidi jenis Pertalite maupun LPG 3 kilogram di daerah tersebut sejauh ini masih dalam kondisi aman.
"Walaupun kondisi antre, alhamdulillah tidak terlalu padat untuk jenis Pertalite," kata Syaripuddin saat dikonfirmasi iNewsCelebes.id pada Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi di Kabupaten Barru relatif berbeda dibandingkan beberapa daerah lain, seperti Kota Makassar, yang dikabarkan mulai kesulitan mendapatkan BBM subsidi.
"Untuk sementara gas elpiji 3 kilogram dan BBM subsidi jenis Pertalite, alhamdulillah masih aman," ujarnya.
Selain memantau pasokan Pertalite, kepolisian juga berkoordinasi dengan para pengelola pangkalan gas untuk menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat Barru tetap terjaga.
"Saya juga sudah komunikasi dengan beberapa pangkalan gas elpiji. Untuk gas elpiji 3 kilogram saat ini masih aman," terangnya.
Guna menjaga situasi tetap kondusif, Satreskrim Polres Barru telah menerjunkan personel untuk berjaga langsung di lapangan. Langkah ini diambil demi mencegah celah penyalahgunaan maupun dugaan penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Anggota standby di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM subsidi," tegas Syaripuddin.
Maraknya kabar harga Pertalite di tingkat pengecer Makassar yang menembus angka Rp18.000 per liter turut menjadi perhatian aparat. Kepolisian berkomitmen akan terus menyisir SPBU agar lonjakan harga maupun kelangkaan serupa tidak merembet ke wilayah Barru.
"Kami akan terus melakukan pemantauan di semua SPBU, semoga tidak berimbas ke sini," tutup Kanit Tipiter Polres Barru.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
