Kecelakaan yang merenggut nyawa tiga personel Damkar Pangkep tersebut juga menjadi pukulan berat bagi jajaran pemadam kebakaran setempat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep, Hapiluddin, mengaku kehilangan atas meninggalnya para personel yang selama ini bekerja bersama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Hapiluddin, para personel Damkar memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Mereka selalu berupaya saling membantu ketika menghadapi kebakaran maupun kejadian darurat lainnya.
"Ini adalah pukulan terberat bagi saya pribadi dan bagi teman-teman semua di Damkar. Kita tidak bisa menghindari takdir Tuhan dan takdir Allah. Semoga Allah memberikan kami semangat yang lebih untuk mencetak tenaga-tenaga ahli di kesatuan kami," kata Hapiluddin.
Ia menjelaskan, dalam rombongan petugas yang mengalami kecelakaan tersebut terdapat seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Seksi Evakuasi.
Pasca-insiden tersebut, pihak Damkar menyatakan akan terus memperkuat kapasitas personel dan menyiapkan tenaga-tenaga ahli untuk mendukung kesiapan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan armada Damkar Pangkep terjadi di Jalan Poros Pangkep-Barru, tepatnya di Kampung Ujung Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Saat itu, mobil Damkar yang membawa tujuh personel tengah bergerak menuju lokasi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Labakkang.
Namun, dalam perjalanan, armada tersebut mengalami kecelakaan yang menyebabkan tujuh personel harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari tujuh personel yang menjadi korban, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk Rusman Hadi. Sementara itu, empat personel lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kepergian Rusman Hadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan anaknya. Rekan-rekan kerjanya pun kehilangan sosok yang selama ini turut mengabdikan diri dalam pelayanan pemadaman kebakaran dan penanganan keadaan darurat di Kabupaten Pangkep.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
