MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi seiring menurunnya kualitas udara yang diduga dipengaruhi kiriman asap dari luar wilayah Sulawesi.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.42 WITA, kualitas udara Kota Makassar berada pada indeks kualitas udara (AQI) 54 atau kategori Moderate (sedang).
Konsentrasi PM2.5 tercatat 13,4 µg/m³. Sementara suhu udara mencapai sekitar 34 derajat Celsius dengan kelembapan 43 persen dan kecepatan angin sekitar 14 kilometer per jam.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Andi Kasman mengatakan, kondisi udara di Sulsel dalam beberapa hari terakhir terindikasi mendapat kiriman asap dari daerah lain.
“Kalau kualitas udara memang kalau kita lihat beberapa hari terakhir itu terindikasi memang ada kiriman asap dari daerah,” kata Andi Kasman di Rujab Gubernur Sulsel, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Karena sebagaimana kita lihat bersama, di beberapa wilayah di Indonesia kan masih terjadi karhutla juga. Sehingga mungkin berpengaruh dengan kondisi udara yang ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Andi Kasman menambahkan, berdasarkan pantauan citra satelit, terdapat indikasi pergerakan massa udara dari wilayah Kalimantan menuju Sulawesi.
“Melihat pantauan citra juga seperti itu, mungkin ada arah angin yang mungkin dari Kalimantan ke Sulawesi, sehingga mungkin itu yang menyebabkan kondisi di wilayah Sulawesi agak berkabut sedikit,” katanya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga menyebut kualitas udara Makassar saat ini terdampak polusi yang terbawa dari sejumlah wilayah.
“Kondisi kualitas udara di Makassar saat ini ada polusi ya, terdampak kiriman polusi baik dari timur maupun dari barat,” kata Andi Sudirman.
Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan udara yang kurang baik.
“Sehingga kita harus menyesuaikan ketika ada pekerjaan. Kami imbau masyarakat yang aktivitasnya lebih banyak di luar, terutama yang mungkin berkendara seperti teman-teman dari driver ojol ataupun kemudian pekerja bangunan, proyek dan sebagainya,” ujarnya.
Kualitas udara kategori sedang masih tergolong dapat diterima bagi sebagian besar masyarakat. Namun, kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan gangguan pernapasan disarankan lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara.
Kondisi kabut asap juga dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Saat angin menguat, partikel polutan berpotensi lebih cepat tersebar sehingga konsentrasi asap di udara dapat berkurang.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
