Jemaah Umrah Sulsel Tertahan, Penerbangan ke Saudi Batal Imbas Konflik Timur Tengah

LeoMN
Jemaah Umrah Sulsel Tertahan di Bandara Hasanuddin Usai Penerbangan ke Saudi Batal. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sejumlah jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Pembatalan tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang dikaitkan dengan serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.

Sejumlah jemaah terpaksa menunda keberangkatan setelah penerbangan menuju Tanah Suci dibatalkan pihak maskapai. Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap kepulangan jemaah umrah asal Sulsel yang saat ini masih berada di Arab Saudi.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel meminta seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah mengutamakan keselamatan jemaah di tengah situasi yang belum menentu.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya baru menerima laporan mengenai pembatalan keberangkatan jemaah umrah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Saat ini, Kemenhaj masih mengumpulkan data untuk memastikan jumlah jemaah yang terdampak.

Menurut Ikbal, meningkatnya eskalasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu perjalanan udara menuju maupun dari Tanah Suci.

"Dari tiga hari lalu Kemenhaj RI sudah menyampaikan bahwa untuk pemberangkatan umrah harus melihat kondisi eskalasi politik di Saudi," kata Ikbal Ismail.

Ikbal menegaskan, keselamatan jemaah harus menjadi pertimbangan utama sebelum travel memutuskan memberangkatkan rombongan umrah. Penyelenggara diminta tidak memaksakan perjalanan apabila situasi keamanan belum memungkinkan.

"Jangan sampai teman-teman pimpinan travel membuka perjalanan umrahnya ternyata eskalasi politik di Saudi belum turun. Kami harap kepada pimpinan travel untuk tidak merugikan jemaah. Pandai-pandai melihat eskalasi politik di Saudi," tuturnya.

Selain mendata jemaah yang tertunda keberangkatannya di Makassar, Kemenhaj Sulsel juga berupaya mengidentifikasi jemaah yang masih berada di Arab Saudi dan membutuhkan kepastian jadwal kepulangan.

"Kami sementara mendata kerja sama dengan pemerintah di sana. Kami masih mendata jemaah umrah yang ingin balik kembali ke Tanah Air, terutama balik kembali ke Sulsel," tuturnya.

Ikbal mengungkapkan, jumlah warga Sulsel yang melaksanakan ibadah umrah tergolong tinggi. Dalam kondisi normal, ribuan warga berangkat ke Arab Saudi setiap bulannya.

"Peminat (ibadah umrah) sangat banyak di Sulsel. Untuk data kami per bulannya antara 5 sampai 7 ribuan per bulan," ucapnya.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network