Tambahkan Rukun Islam Jadi 11, Perempuan Pimpinan Aliran Sesat di Maros Dicokok Polisi

Petta Bau, wanita lansia yang menjadi sorotan utama, tak berkutik saat digelandang keluar dari pondok yang selama ini menjadi saksi bisu penyebaran ajarannya. Bersama empat orang lainnya, ia dibawa menuju ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Maros, meninggalkan jejak tanya besar di benak warga sekitar.
Penggeledahan pondok tak hanya mengamankan lima orang tersebut, namun juga mengungkap sederet barang bukti yang mencengangkan. Keris, badik, dokumen-dokumen misterius, pakaian ritual, hingga spanduk struktur organisasi aliran sesat turut disita, semakin memperkuat dugaan praktik menyimpang yang dilakukan kelompok ini.
Terungkap bahwa Pangissengana Tarekat Ana Loloa telah lama dicap sebagai aliran sesat melalui fatwa MUI Kabupaten Maros. Ajaran mereka yang dianggap menyimpang, seperti menambah rukun iman menjadi 11 dan meyakini ibadah haji sah dilakukan di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah meresahkan masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Aditya Pandu DS, mengungkapkan bahwa Petta Bau dan para pengikutnya sempat menghilang setelah fatwa sesat dikeluarkan. Namun, keresahan warga atas kembalinya kelompok ini memaksa pihak kepolisian untuk bertindak tegas.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta