Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Rusman Hadi, Personel Damkar Pangkep yang Gugur saat Bertugas
Advertisement . Scroll to see content

Pelayanan Medis RSUD Batara Siang Ramai Dikeluhkan, DPRD Pangkep Ultimatum Manajemen

Selasa, 23 Desember 2025 | 18:30 WIB
  • author Udin Syahruddin
Pelayanan Medis RSUD Batara Siang Ramai Dikeluhkan, DPRD Pangkep Ultimatum Manajemen
Ketua Komisi II DPRD Pangkep, H. Lutfi Hanafi sidak ke RSUD Batara SIang, Pangkep. Foto: Udin Syahrudin

Ia menilai, jika persoalan keterlambatan pembayaran sudah berlangsung hingga tiga atau empat bulan, barulah wajar dilakukan protes. Namun, menurutnya, mengorbankan pelayanan kesehatan masyarakat bukanlah tindakan yang tepat.

Selain soal kehadiran dokter, Komisi II DPRD Pangkep juga menyoroti sikap dan tutur kata petugas medis dalam melayani pasien. Lutfi meminta pihak rumah sakit menjaga etika komunikasi agar tidak menyinggung perasaan pasien maupun keluarga.

“Saya juga menyoroti alat medis di rumah sakit ini. Memang masih ada yang belum lengkap, tetapi alat yang ada sekarang harus dimaksimalkan penggunaannya,” ujarnya.

Dari hasil wawancara Komisi II DPRD Pangkep dengan pihak RSUD Batara Siang terkait pasien bernama Asriadi, dijelaskan bahwa pasien tersebut telah mendapatkan penanganan dokter. Namun, pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan peralatan medis.

Upaya rujukan ke rumah sakit di Makassar juga disebut terkendala lantaran belum ada rumah sakit yang merespons atau bersedia menerima pasien tersebut.

“Kami Komisi II meminta kepada pihak RSUD Batara Siang untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, termasuk menjaga tutur kata agar keluarga pasien tidak tersinggung. Kami juga meminta agar rapat internal tidak dilakukan pada jam-jam padat pasien,” tutup Lutfi.

Ia menegaskan, kejadian membludaknya pasien yang tidak terlayani pada hari Senin lalu terjadi karena manajemen rumah sakit menggelar rapat internal bersama para dokter terkait tuntutan pembayaran jasa yang belum dibayarkan selama satu bulan.

Isu ini mencuat setelah seorang warga bernama Asriadi dilaporkan meninggal dunia dan diduga tidak mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut