get app
inews
Aa Text
Read Next : Teror Busur Panah di Gowa, 9 Remaja Diamankan Usia Korban Terkena di Dada

Dapur MBG Bertambah di Gowa, SPPG Bajeng Barat Mulai Beroperasi

Minggu, 11 Januari 2026 | 22:10 WIB
header img
Wabup Gowa, Darmawansyah Muin meresmikan SPPG di Bajeng Barat. (Foto: Istimewa).

GOWA, iNewsCelebes.id  - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, meresmikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Romang Lompoa, Kecamatan Bajeng Barat, Minggu (11/1/2026). Fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG yang diresmikan merupakan SPPG Polres Bajeng Barat 01, hasil kolaborasi Polres Gowa bersama Yayasan Kemala Bhayangkari. Fasilitas ini berfungsi sebagai dapur umum yang menyiapkan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Ini adalah bentuk komitmen Polres dan Bhayangkari Gowa dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat,” kata Darmawangsyah dalam sambutannya.

Ia menegaskan, keberadaan SPPG sangat dibutuhkan masyarakat dan perlu dipercepat pembangunannya agar menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Gowa.

“Semakin cepat SPPG dibangun dan beroperasi, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami berharap SPPG Bajeng Barat ini menjadi pemicu hadirnya SPPG lain di berbagai wilayah Gowa,” ujarnya.

Darmawangsyah juga menyinggung capaian penurunan stunting di Gowa. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Gowa pada 2025 turun menjadi 17 persen, dari sebelumnya 21,1 persen. Angka ini menjadikan Gowa sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting terendah di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG dan keberadaan SPPG di tingkat kecamatan dan desa.

“Ini bukan sekadar soal makan gratis, tapi tentang memastikan generasi kita tumbuh sehat dan berkualitas,” kata dia.

Selain berdampak pada kesehatan, SPPG dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Darmawangsyah mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pembangunan SPPG, serta mengajak pemerintah desa mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu yang disarankan ialah pengembangan peternakan ayam petelur dan sektor pertanian desa untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG.

“Ini peluang besar bagi desa untuk terlibat langsung dalam rantai pasok pangan,” ujarnya.

Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman menyatakan, pembangunan SPPG merupakan bagian dari peran Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.

“SPPG ini kami harapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi,” kata Aldy.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, menyebutkan hingga awal 2026 terdapat sekitar 60 SPPG di Kabupaten Gowa, dengan 55 unit aktif dan delapan unit siap beroperasi.
Setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp850 juta hingga Rp1 miliar per bulan dan menyerap puluhan tenaga kerja.
“Jika seluruh SPPG beroperasi optimal, perputaran ekonomi di Gowa bisa mencapai Rp60 miliar per bulan,” ujar Handayani.

Namun, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menjaga pasokan bahan pangan, termasuk sektor pertanian, peternakan, sayur, buah, serta mengatasi tantangan harga pangan dan keterbatasan ketersediaan susu.

Peresmian SPPG ini turut dihadiri Ketua DPRD Gowa, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Kasdim Gowa, Ketua TP PKK Gowa, Ketua Bhayangkari Gowa, Ketua FKPM Gowa, Camat Bajeng Barat, para pejabat utama Polres Gowa, serta mitra Yayasan Kemala Bhayangkari.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut