Warga Digemparkan Temuan Pria Tewas di Pantai Mattirotasi Parepare, Diduga Tenggelam
PAREPARE, iNewsCelebes.id - Warga Kota Parepare dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di pesisir Pantai Mattirotasi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Kamis (5/2/2026) pagi. Korban diketahui bernama Maryunus Samara Raba’ (51), seorang buruh harian lepas, yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bibir pantai sekitar pukul 05.00 Wita.
Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Harking alias Laregeng, yang saat itu tengah mencari botol plastik di sepanjang pesisir pantai. Dengan bantuan penerangan senter, saksi melihat tubuh korban tergeletak dalam posisi tengkurap di tepi laut.
Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Agus Purwanto membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan warga, aparat kepolisian bersama tim medis langsung menuju lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tenggelam atau kehabisan napas (asfiksia) saat berada di laut,” ujar AKP Agus Purwanto, Kamis (5/2/2026) melalui via seluler.
Sekitar pukul 07.00 Wita, petugas medis PSC 119 mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSUD Tipe B Andi Makkasau Parepare untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter jaga RSUD, dr. Muhammad Sofyan Fajri, menyebutkan bahwa kondisi jenazah telah mengalami kekakuan, dengan perkiraan waktu kematian sekitar 2 hingga 6 jam sebelum ditemukan.
“Tidak ada benjolan atau luka akibat kekerasan. Cairan dan darah yang keluar dari hidung serta mulut disebabkan oleh air dari paru-paru,” jelasnya.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 02.30 Wita dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio S 125 berwarna biru putih. Kepada istrinya, korban berpamitan untuk membeli obat di apotek dan berencana berendam di laut. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit usus turun dan telah menjalani operasi sebanyak tiga kali.
Sekitar pukul 09.00 Wita, sepeda motor milik korban ditemukan terparkir di halaman Masjid Nurul Yasin, Jalan Mattirotasi, tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah. Selain motor, sandal milik korban juga ditemukan di sekitar lokasi tersebut.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi penolakan autopsi yang ditandatangani oleh istri korban dan dua saksi keluarga.
Hingga saat ini, polisi menyatakan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan tidak menetapkan pihak terlapor. Namun demikian, aparat tetap melakukan pendataan dan pengamanan barang milik korban sebagai bagian dari prosedur kepolisian
Editor : Muhammad Nur