Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Tentukan 1 Dzulhijjah dan Idul Adha 1446 H
Advertisement . Scroll to see content

Hilal di Makassar Masih di Bawah Ufuk, Keputusan Awal Puasa Tunggu Sidang Isbat

Selasa, 17 Februari 2026 | 17:39 WIB
  • author LeoMN
Hilal di Makassar Masih di Bawah Ufuk, Keputusan Awal Puasa Tunggu Sidang Isbat
Pengamatan hilal Ramadan 1447 Hijriah di Kampus Unismuh Makassar menunjukkan posisi bulan sabit masih berada di bawah ufuk. Foto: LeoMN

Hasil Sidang Isbat Tetap Acuan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah Indonesia dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri.

"Sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia. Dalam dua tahun terakhir memang ada dinamika perbedaan, namun Kemenag terus berupaya menjadi penyatu," kata Ali Yafid saat memimpin rukyatul hilal di Observatorium Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan metode antara ormas Islam seperti Muhammadiyah yang mengutamakan hisab dan ormas lain yang mengedepankan rukyat merupakan bagian dari kekayaan fikih. Namun, pemerintah melalui Kemenag memerlukan konfirmasi langsung rukyat hilal.

Tahun ini, rukyatul hilal dilakukan di 96 titik di Indonesia, termasuk Makassar. Kriteria visibilitas hilal yang digunakan mengacu pada kesepakatan MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura), yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Menurut Ali Yafid, berdasarkan perhitungan Badan Hisab Rukyat dan BMKG Sulsel, posisi hilal saat matahari terbenam masih minus 1 derajat 5 menit, sehingga hampir mustahil terlihat. Ditambah faktor cuaca mendung, tantangan semakin berlapis.

"Semua hasil pengamatan di Sulsel dan seluruh Indonesia akan dilaporkan ke Kemenag RI untuk menjadi bahan Sidang Isbat malam ini," tuturnya.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut