get app
inews
Aa Text
Read Next : Tampang Bripda Pirman, Penganiaya Bripda Dirja hingga Tewas Terancam 10 Tahun Penjara

Ngabuburit Sambil Berlatih Memanah Jadi Pilihan Warga Makassar Menunggu Buka Puasa

Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:36 WIB
header img
Ngabuburit Sambil Berlatih Memanah Jadi Pilihan Warga Makassar Menunggu Waktu Berbuka. Foto: Arham Hamid

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sejumlah warga Makassar mengisi waktu ngabuburit dengan berlatih memanah. Selain menyehatkan fisik, memanah juga dinilai memiliki nilai ibadah karena merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan dalam sunnah Rasulullah.

Seperti yang dilakukan salah satu komunitas panahan tradisional di lapangan sekitar kawasan pemakaman Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.  Kamis, (27/02/2026).

Aktivitas mereka dengan melatih fokus, kesabaran, serta pengendalian diri, nilai-nilai yang sejalan dengan semangat bulan Ramadan.

Salah satu peserta, Anhar A. Kelto, mengaku memilih memanah karena memberikan pengalaman ngabuburit yang berbeda dibandingkan kegiatan pada umumnya.

“Biasanya ngabuburit itu identik dengan jalan-jalan cari takjil atau sekadar nongkrong. Tapi dengan memanah, kita bisa berolahraga, ujar Anhar kepada iNewsCelebes.id.

Dalam beberapa pekan terakhir, olahraga memanah semakin diminati warga, khususnya kalangan anak muda, sebagai alternatif kegiatan menunggu waktu berbuka puasa.

"Ini juga sekaligus bernilai pahala karena niat menghidupkan sunnah. Hati juga terasa lebih tenang,” jelasnya.

Menurut Kelto, latihan dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang agar tetap aman bagi peserta yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Jadi menjelang azan Maghrib, para peserta membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing untuk berbuka puasa bersama keluarga," ungkapnya.

Kelto menyebut tahun ini jumlah peminat olahraga panahan semakin meningkat signifikan. Banyak anak muda mulai tertarik mencoba karena ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.

Selain mempererat ukhuwah, kegiatan memanah juga menjadi sarana dakwah yang bersifat lembut. Melalui olahraga, nilai kedisiplinan, adab, serta semangat kebersamaan ditanamkan tanpa kesan menggurui.

Ramadan pun menjadi momentum untuk kembali pada aktivitas yang tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga menguatkan rohani.

"Menunggu azan bukan sekadar menanti waktu berbuka, melainkan bagaimana memanfaatkannya dengan kegiatan yang penuh nilai dan makna," pungkasnya.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut