Identitas Terungkap Inisial 2 Personel Polres Toraja Utara Diperiksa Propam Terkait Pengeroyokan
TORAJA UTARA, iNewsCelebes.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan merespons dugaan keterlibatan personel Polres Toraja Utara dalam insiden penganiayaan yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (2/4/2026) dini hari di Cafe Valery yang tengah ramai pengunjung. Insiden itu melibatkan sejumlah pengunjung serta oknum aparat, hingga berujung pada aksi pengeroyokan yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka.
Berdasarkan informasi awal, dua personel Polres Toraja Utara berinisial Aiptu AS dan Bripka IA diduga berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Keduanya kini telah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Terhadap personel berinisial Aiptu AS dan Bripka IA yang diduga terlibat, saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Bidpropam. Proses penegakan kode etik dan disiplin akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, laporan korban juga telah diterima oleh Polres Toraja Utara dan kini tengah ditangani oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) guna memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan akuntabel.
Sementara itu, informasi lain menyebutkan bahwa insiden tersebut juga melibatkan lima oknum TNI. Perkelahian terjadi di Cafe Valery saat suasana hiburan malam tengah berlangsung dengan alunan musik DJ.
Menurut keterangan Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Infanteri Armal, keributan bermula saat musik di dalam kafe dihentikan. Salah satu pengunjung melayangkan protes yang kemudian memicu cekcok dengan oknum aparat.
Cekcok tersebut dengan cepat berkembang menjadi aksi kekerasan fisik. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat para pelaku saling menyerang menggunakan benda-benda di sekitar lokasi, seperti bangku dan botol minuman.
Akibat kejadian itu, suasana kafe sempat mencekam dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Beberapa pengunjung juga dilaporkan mengalami luka akibat benturan benda tumpul.
Keributan akhirnya berhasil diredam setelah karyawan kafe dan pengunjung lainnya turun tangan melerai. Kondisi kemudian berangsur kondusif meski meninggalkan dampak kerusakan.
Pihak Kodim 1414 Tana Toraja memastikan bahwa lima oknum TNI yang terlibat telah diamankan dan diserahkan ke Subdenpom untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka juga membantah isu yang menyebut adanya permintaan minuman gratis oleh anggota.
Editor : Muhammad Nur