get app
inews
Aa Text
Read Next : PSM Makassar Terpuruk, Munafri Arifuddin Hadir di Latihan Bakar Semangat Pemain

Absen Rakor Persampahan, Wali Kota Makassar Beri Teguran Keras Lurah dan Ancam Sanksi

Senin, 06 April 2026 | 19:59 WIB
header img
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegur sejumlah lurah lantaran absen dari rakor persampahan. (Foto: LeoMN).

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyoroti absennya sejumlah lurah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persampahan yang digelar di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (6/4/2026). Sikap tegas pun ditunjukkan dengan memberikan ultimatum dan peringatan keras terkait kedisiplinan aparatur wilayah.

Munafri menyebut kehadiran lurah sangat penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa aparatur yang tidak disiplin, khususnya dalam menghadiri rapat dan menjalankan tanggung jawab, akan menghadapi konsekuensi tegas.

Menurutnya, persoalan sampah di Kota Makassar yang semakin kompleks tidak bisa ditangani secara setengah hati. Dibutuhkan keteladanan, kekompakan, serta kerja kolektif yang solid dari seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat paling bawah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rakor pengelolaan sampah yang juga menjadi momentum evaluasi kinerja aparatur wilayah dalam mendukung program prioritas kebersihan kota.

Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya keteladanan, kedisiplinan, dan kepemimpinan bagi camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan di wilayah. Ia mengingatkan bahwa tugas sebagai penanggung jawab wilayah bukanlah hal ringan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Oleh karena itu, aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan dituntut mampu menjadi contoh, tidak hanya dalam sikap dan perilaku, tetapi juga dalam kedisiplinan waktu.

"Bagaimana kita bicara soal teladan kalau kita sendiri tidak menghargai waktu. Kehadiran tepat waktu juga bagian dari keteladanan," tegasnya.

Selain itu, Munafri juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda birokrasi. Ia menilai praktik saling melindungi dengan cara yang tidak tepat, seperti menutupi kesalahan atau mencari alasan, bukanlah cerminan kepemimpinan yang baik.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan di tingkat wilayah sangat bergantung pada kolaborasi dan kekompakan antara camat dan lurah. Keduanya harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan yang solid.

"Camat dan lurah itu satu paket, harus bonding. Kalau tidak, pasti ada wilayah yang tertinggal dan itu akan memengaruhi kinerja secara keseluruhan," seruan Appi.

Munafri juga mengingatkan para lurah agar tidak memposisikan diri sebagai “raja kecil” di wilayah masing-masing. Menurutnya, lurah merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan serta menyampaikan informasi dari pemerintah pusat hingga ke masyarakat.

Dia menegaskan ekspektasinya terhadap camat dan lurah sangat tinggi, namun harus diimbangi dengan kemampuan bekerja dalam harmoni tanpa ada yang tertinggal.

"Ibarat orkestra, semuanya harus selaras. Saya tidak ingin ada yang fals. Lebih baik kita berjalan bersama dengan harmoni daripada ada yang menonjol sendiri tapi merusak irama," katanya.

Munafri juga menegaskan siap mengambil langkah tegas terhadap aparatur yang tidak mampu bekerja dalam tim dan menjaga kekompakan.

Dia berharap seluruh camat dan lurah dapat menjaga kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta membangun kerja sama yang solid demi optimalnya pelayanan kepada masyarakat.

"Semua harus berjalan bersama. Tidak boleh ada yang tertinggal," pungkasnya.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut