Geruduk DPRD dan Kantor Bupati Gowa, Massa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi dan Kebijakan Beasiswa
GOWA, iNewsCelebes.id - Sejumlah massa yang tergabung dalam Poros Pemuda Berlawanan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). Aksi kemudian berlanjut ke Kantor Bupati Gowa.
Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari dugaan pemutusan sepihak beasiswa seorang mahasiswi program doktoral di Universitas Hasanuddin hingga desakan pengusutan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Gowa.
Selain itu, massa juga menyinggung dugaan perbuatan tercela yang dialamatkan kepada Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Aksi di depan DPRD Kabupaten Gowa diwarnai dengan tuntutan agar lembaga legislatif segera membentuk panitia khusus (pansus) guna menginvestigasi kinerja kepala daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, Arsyad mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan massa aksi.
“Kami DPRD Kabupaten Gowa dengan tegas akan menyikapi hal ini. Dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, kami memiliki kewenangan untuk melakukan investigasi terhadap dugaan tindakan atau perbuatan tercela yang dilakukan oleh pemimpin daerah,” ujar Arsyad.
Setelah berunjuk rasa di DPRD, massa bergerak menuju Kantor Bupati Gowa untuk menyampaikan tuntutan yang sama.
Jenderal lapangan aksi, Fahim, menegaskan pihaknya mendesak DPRD segera mengambil langkah konkret atas berbagai dugaan yang disampaikan.
“Kami meminta DPRD Kabupaten Gowa untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah serta pemutusan sepihak beasiswa mahasiswi doktoral. Selain itu, kami juga menyoroti dugaan perbuatan tercela yang melibatkan bupati,” kata Fahim.
Menurut dia, aksi tersebut merupakan bentuk dorongan kepada DPRD agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pemerintah daerah.
Aksi demonstrasi berlangsung sejak siang hingga sore hari di depan Kantor Bupati Gowa. Namun, hingga massa membubarkan diri, tidak ada perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Gowa yang menemui para demonstran.
Editor : Muhammad Nur