Ayah Tolak Autopsi, Polisi Tetap Selidiki Kasus Kematian Mahasiswi Unhas di Area Kampus
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang-barang milik korban dalam kondisi lengkap, di antaranya sepeda motor, kacamata, tas berisi laptop, sepatu, dan telepon genggam.
“Di rooftop lantai 4 ditemukan tas korban berisi laptop. Sementara di sekitar lokasi juga ditemukan sepatu dan handphone korban. Berdasarkan keterangan keluarga, tidak ada barang yang hilang,” jelas Alfian.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh rekan dan pihak keluarga. Namun, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di Jalan Agus Salim, Sungguminasa.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya luka pada tubuh korban. Namun, penyebab luka tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil visum luar dari tim forensik Bid Dokkes Polda Sulawesi Selatan.
“Memang ditemukan adanya luka, tetapi kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Kami masih menunggu hasil visum,” ungkapnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi, yang terdiri dari rekan korban, petugas keamanan kampus, hingga pihak keluarga.
Salah seorang saksi berinisial ANI mengaku mendatangi lokasi setelah menerima pesan suara dari korban.
“Isi voice note itu pada intinya menyampaikan bahwa korban akan melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan nyawanya,” kata Alfian.
Editor : Muhammad Nur