Ikut Misi Gaza, 2 Warga Sulsel Diculik Tentara Israel, Andi Sudirman: Kami Pantau Terus!
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Dua warga Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dilaporkan dicegat militer Israel di perairan Mediterania saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.
Kedua relawan tersebut masing-masing Andi Angga Prasadewa (33), warga Kota Makassar yang tergabung sebagai perwakilan Rumah Zakat di Kapal Josef, serta Asad Aras Muhammad, relawan asal Kabupaten Sinjai yang mewakili Spirit of Aqsa di Kapal Kasr-1.
Menanggapi peristiwa itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait dua warganya yang dikabarkan ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional.
“Seperti halnya yang lalu saat ada warga Sulsel yang juga ditawan perompak Somalia, kita berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dan sekarang juga akan kita lakukan seperti itu,” ujar Andi Sudirman kepada wartawan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (21/5/2026).
Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulsel akan terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban sekaligus memantau perkembangan situasi melalui dinas terkait.
“Saya sudah menugaskan kepala dinas terkait. Kemarin saya juga bicara langsung dengan keluarga korban. Saat ini kita masih menunggu data dan laporan lengkapnya,” katanya.
Sementara itu, keluarga Andi Angga Prasadewa mengaku khawatir terhadap kondisi putra mereka setelah kabar penangkapan tersebut beredar.
Ibunda Angga, Sutrawati Kaharuddin, mengatakan anaknya berangkat menuju Gaza melalui jalur laut dari Pelabuhan Marmaris, Turki, bersama puluhan kapal misi kemanusiaan lainnya.
“Anak saya berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki. Informasinya ada 56 kapal. Sebelum sampai tujuan, mereka dicegat tentara Israel di laut,” ujar Sutrawati di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar.
Menurut Sutrawati, pihak keluarga baru mengetahui kabar tersebut setelah melihat pemberitaan dan menerima informasi dari pihak Rumah Zakat.
Dia mengaku masih sempat berkomunikasi dengan putranya melalui WhatsApp sebelum kontak akhirnya terputus.
“Jam tiga sore kemarin masih sempat balas WhatsApp saya. Saya bilang supaya hati-hati, banyak berdoa dan selalu meminta perlindungan Allah,” tuturnya.
Sutrawati juga mengungkapkan, putra sulungnya sebenarnya memiliki riwayat mabuk laut. Namun, Angga tetap bersikeras mengikuti misi kemanusiaan demi membantu warga Palestina.
“Dia memang mabuk laut, tapi tetap ingin berangkat membantu Palestina. Saya cuma pesan supaya selalu ingat Allah dan perbanyak istighfar,” ucapnya.
Diketahui, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang dilaporkan dicegat militer Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina.
Editor : Arham Hamid