Jadi Ikon Haji Arab Saudi, Jumariah Tak Kuasa Menyembunyikan Kebahagiaan Sepulang dari Makkah
Kemandirian Jumariah juga tetap terlihat selama perjalanan pulang. Di usianya yang tidak lagi muda, ia mengaku masih mampu mengurus kebutuhannya sendiri, termasuk berganti pakaian saat berada di dalam pesawat sebelum mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Ganti baju tadi di pesawat saya sendiri yang ganti. Baju ini dibeli di Maros," tuturnya.
Selama menjalankan ibadah haji, Jumariah mengaku mendapatkan pelayanan yang baik. Pengalaman tersebut membuatnya semakin termotivasi untuk kembali mengunjungi Tanah Suci di masa mendatang.
"Pelayanannya bagus. Harapannya saya mau menabung lagi untuk umrah lagi," ungkapnya.
Kisah Jumariah menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan impian. Dari ember sederhana tempat ia menyimpan tabungan selama bertahun-tahun, perempuan asal Desa Kurusumange, Maros, itu akhirnya berhasil menapakkan kaki di Baitullah dan bahkan menjadi inspirasi bagi jutaan orang.
Kini, setelah menuntaskan ibadah haji dan kembali ke kampung halamannya, Jumariah membawa pulang bukan hanya oleh-oleh, tetapi juga cerita perjuangan, ketekunan, dan harapan yang menyentuh hati banyak orang.
Editor : Muhammad Nur