Upah Tertunggak, Pekerja Proyek Kampung Nelayan Barru Minta Kejelasan
BARRU, iNewsCelebes.id – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Kampung Nelayan di Lingkungan Matene, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengaku belum menerima upah setelah menyelesaikan pekerjaan satu bulan terakhir.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Komeng, salah seorang pekerja proyek, yang mengaku bersama rekan-rekannya hingga kini masih menunggu pembayaran dari pihak pengelola proyek.
"Saya sudah empat minggu belum dibayar. Masih banyak teman-teman yang nasibnya sama, belum dibayar juga," ujar Komeng kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Menurut Komeng, nilai upah yang belum dibayarkan berbeda-beda untuk setiap pekerja, tergantung volume pekerjaan yang telah mereka kerjakan.
"Ada yang punya tagihan Rp4 juta, ada juga yang sampai Rp7 juta. Bahkan ada yang lebih dari itu," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan menggunakan sistem borongan.
Untuk pekerjaan yang ditanganinya, upah dihitung berdasarkan volume pekerjaan dengan nilai Rp35 ribu per meter.
Keterlambatan pembayaran yang telah berlangsung selama empat pekan itu, kata Komeng, mulai berdampak pada kebutuhan ekonomi para pekerja dan keluarga mereka.
"Saya asli orang Barru, Pak. Tolong diperiksa di sana. Sampai sekarang belum ada pembayaran. Sudah empat minggu ini. Totalnya ada sekitar empat kelompok pekerja yang belum terbayar," tuturnya.
Sementara itu salah seorang pengawas lapangan yang ditemui dilokasi mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan terkait persoalan pembayaran upah pekerja.
"Saya di sini hanya bertugas mencatat barang-barang yang keluar masuk," katanya pada wartawan. Sabtu (20/6/2026).
Editor : Muhammad Nur