Sekolah Cendekia Merah Putih Sulsel Mulai Rekrut 100 Siswa Berprestasi, Ini Jadwal Seleksinya
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka pendaftaran murid baru untuk Sekolah Cendekia Merah Putih (SCMP) mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Sekolah berasrama khusus murid laki-laki (boarding school) ini bersiap menerima 100 murid Angkatan I pada tahun ajaran 2026/2027.
Bagi calon murid yang ingin mendaftar, seluruh proses registrasi dilakukan secara daring di website resmi Sekolah Cendekia Merah Putih. Seleksi administrasi dan akademik dijadwalkan berlangsung pada 4-6 Juli, dilanjutkan tahapan wawancara pada 7-11 Juli, sementara hasil seleksi diumumkan pada 12 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin mengatakan pada tahun pertama SCMP akan menerima masing-masing 50 murid jenjang SMP dan SMA. Setiap jenjang terdiri atas dua rombongan belajar dengan kapasitas 25 murid per kelas.
Calon murid yang lolos akan menjalani pendidikan dengan sistem asrama (boarding school) yang berlokasi di Gedung MULO Makassar. Gedung tersebut telah disiapkan sebagai pusat pembelajaran sekaligus asrama bagi para murid.
"Semua fasilitas pembelajaran dan asrama sudah kami siapkan di Gedung MULO," kata Iqbal, Selasa, (30/06/2026).
Iqbal menjelaskan proses penerimaan dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur rekomendasi pemerintah kabupaten/kota dan jalur prestasi. Pada jalur rekomendasi, calon murid diusulkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota sebagai wakil daerah untuk mengikuti pendidikan di SCMP. Adapun pada jalur prestasi, seleksi dilakukan berdasarkan capaian akademik murid.
Penilaian administratif mencakup nilai rapor, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta prestasi di bidang olahraga, kepemimpinan, maupun keagamaan yang dimiliki.
"Calon murid yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris juga akan diprioritaskan. Selain itu, murid yang masuk 10 besar nilai TKA tertinggi di sekolah asal berkesempatan mengikuti seleksi melalui jalur prestasi akademik," tuturnya.
Editor: Muhammad Nur