Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lampu Hijau Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Makassar Lanjut ke Tahap Wawancara
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Krisis Air Bersih di Makassar, PDAM Tambah Debit 300 Liter per Detik untuk Wilayah Utara

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:38 WIB
  • author LeoMN
Atasi Krisis Air Bersih di Makassar, PDAM Tambah Debit 300 Liter per Detik untuk Wilayah Utara
PDAM Tancap Gas Hadapi Krisis Air Makassar, Pompa Baru Tambah Debit 300 Liter per Detik. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mempercepat upaya penanganan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah utara kota. Salah satu langkah yang kini dijalankan adalah menambah debit air baku hingga 300 liter per detik untuk meningkatkan pasokan kepada pelanggan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan penambahan debit dilakukan melalui uji coba pengoperasian kembali pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan distribusi air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat segera ditangani.

"Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara, termasuk kawasan Kerung-Kerung dan sekitarnya," ujar Andi Syahrum.

Ia menjelaskan, pompa yang dioperasikan kembali diproyeksikan mampu menambah pasokan air sekitar 300 liter per detik, sehingga distribusi ke wilayah utara Makassar dapat kembali normal secara bertahap.

Selama ini, salah satu penyebab menurunnya pasokan air ke kawasan tersebut adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak Oktober 2025. Kondisi itu membuat kapasitas distribusi terus berkurang, terutama saat musim kemarau.

"Seharusnya pompa itu tetap dioperasikan sambil menunggu pompa yang baru. Karena tidak berfungsi sejak Oktober tahun lalu, pasokan air ke wilayah utara ikut terganggu," jelasnya.

Selain mengoperasikan pompa intake, PDAM Makassar juga menjalankan dua langkah lain secara bersamaan untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih.

Strategi pertama adalah penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah utara. Jalur tersebut dipilih karena memiliki kapasitas debit air yang lebih besar sehingga diharapkan mampu memperkuat distribusi ke kawasan yang selama ini sering mengalami kekurangan pasokan.

Sementara strategi berikutnya adalah melakukan pengerukan saluran air baku yang menghubungkan kawasan Manggala dengan Waduk Nipah-Nipah.

Menurut Andi Syahrum, normalisasi saluran tersebut menjadi pekerjaan penting karena berdasarkan informasi warga sekitar, pengerukan terakhir dilakukan sekitar tahun 1979.

"Pengerukan ini dilakukan agar aliran air baku menuju instalasi pengolahan lebih lancar sehingga kapasitas produksi air bersih juga meningkat," katanya.

Di tengah proses pembenahan sistem distribusi, PDAM tetap mengerahkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih kepada pelanggan di wilayah yang masih mengalami gangguan layanan akibat kerusakan jaringan maupun dampak pemadaman listrik.

Meski bersifat sementara, pelayanan melalui mobil tangki diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga distribusi melalui jaringan pipa kembali normal.

Andi Syahrum optimistis kombinasi tiga strategi tersebut akan mempercepat pemulihan layanan air bersih di wilayah utara Kota Makassar sekaligus mengurangi keluhan pelanggan yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air.

Ia menambahkan, setelah ketersediaan air baku dipastikan stabil, PDAM akan melanjutkan program perluasan jaringan distribusi dan pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.

"Kami ingin memastikan debit air sudah mencukupi. Setelah itu jaringan akan diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan air bersih secara optimal," pungkasnya.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut