Sampah Daun Tak Lagi Dibuang, SMPN 15 Makassar Sulap Jadi Kompos untuk Urban Farming
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - UPTD SPF SMP Negeri 15 Makassar kembali menghadirkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan sekolah melalui BERSAUDARAKI (Bersih dari Sampah Daun Menuju Urban Farming Sekolah Kita).
Kepala UPTD SPF SMP Negeri 15 Makassar, Mutmainah, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sekolah guna mengubah cara pandang terhadap sampah daun.
"Jika sebelumnya sampah daun hanya dianggap sebagai limbah yang harus dibersihkan dan dibuang, melalui BERSAUDARAKI sampah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming di lingkungan sekolah," kata Mutmainah kepada wartawan. Selasa, (29/09/2026).
Menurut Mutmainah, program ini mengintegrasikan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah organik, pembelajaran peserta didik, penghijauan hingga budidaya tanaman dalam satu rangkaian kegiatan.
"BERSAUDARAKI berawal dari persoalan sampah daun yang terus dihasilkan pepohonan dan tanaman di lingkungan sekolah, apabila tidak dikelola dengan baik, tumpukan sampah daun dapat mengurangi kebersihan dan keindahan lingkungan," katanya.
Namun kata Mutmainah, sekolah melihat adanya potensi lain karena sampah daun merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembuatan kompos maupun kegiatan budidaya tanaman lainnya.
Oleh karena itu, Mutmainah menjelaskan melalui inovasi tersebut, sampah daun tidak lagi sekadar dikumpulkan untuk dibuang, warga sekolah diarahkan untuk melakukan proses mengumpulkan, memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah organik tersebut.
"Sampah daun yang terkumpul dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik. Selanjutnya, bahan organik tersebut dimanfaatkan dalam proses pengolahan kompos dan persiapan media tanam untuk kegiatan urban farming," jelasnya.
Mutmainah mengungkapkan jika, program BERSAUDARAKI tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan sekolah. Inovasi ini juga menjadi media pembelajaran langsung bagi peserta didik.
"Siswa dapat terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari mengumpulkan dan memilah sampah, mengolah bahan organik, menyiapkan media tanam, melakukan penyemaian, menanam hingga merawat tanaman," ungkapnya.
Mutmainah meyebut inovasi ini diarahkan untuk mengurangi sampah daun sekaligus memanfaatkannya sebagai bagian dari kegiatan urban farming.
"Lahan sekolah pun dapat dimanfaatkan secara lebih produktif untuk mendukung penghijauan dan kegiatan pembelajaran,"tuturnya.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman belajar yang nyata, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah organik.
Editor: Muhammad Nur