get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemendagri Bagikan Tips Dongkrak PAD ke Pejabat Pemkot Makassar

Puncaki Daftar Wajib Pajak Sultra, Perusahaan Tambang Nikel Ini Jadi Teladan Kepatuhan Daerah

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:28 WIB
header img
PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Group sukses mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan pembayar pajak daerah terbesar di Sulawesi Tenggara. Foto: Ist

KENDARI, iNewsCelebes.id – PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Group sukses mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan pembayar pajak daerah terbesar di Sulawesi Tenggara. Capaian ini menempatkan raksasa tambang nikel nasional tersebut di posisi teratas dalam daftar wajib pajak paling patuh, sekaligus mempertegas komitmen nyata sektor pertambangan terhadap percepatan pembangunan di Bumi Anoa.

Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Ceria yang dinilai sangat kooperatif, bahkan aktif mengedukasi para kontraktor mitranya untuk taat pajak. Menurutnya, kepatuhan ini menjadi pilar penting bagi Pendapatan Asli Daerah, terutama setelah implementasi Perda Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur optimalisasi berbagai instrumen pajak seperti kendaraan bermotor, alat berat, bahan bakar, hingga air permukaan.

"PT Ceria menjadi perusahaan yang paling kooperatif dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Sebagai pemegang IUP, perusahaan juga mengarahkan para kontraktor pertambangan untuk membayar pajak tepat waktu. Kepatuhan ini patut diapresiasi dan diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya," ujar Mahbub.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi sekitar 82 perusahaan tambang pemegang IUP lain di Sultra yang kepatuhannya masih terus digenjot oleh pemerintah daerah melalui sosialisasi dan pendampingan. Berkat kontribusi sektor riil ini, realisasi PAD Sultra periode Januari hingga akhir Juni 2026 telah menembus angka Rp786,56 miliar, atau setara dengan 52,80 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp1,389 triliun.

Dukungan senada juga datang dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD Sultra, Suwandi, menegaskan bahwa kepatuhan fiskal dalam memberikan suntikan dana segar yang berdampak langsung pada kemampuan anggaran daerah dalam membiayai program-program publik.

Pada akhirnya, prestasi ini membuktikan bahwa keberhasilan industri nikel hilir tidak hanya diukur dari masifnya angka investasi dan volume produksi semata, melainkan juga dari integritas pemenuhan kewajiban pajak demi kesejahteraan masyarakat lokal yang berkelanjutan.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut