Turis Asing Ramai ke Sulsel, Perjalanan Wisatawan Domestik Justru Anjlok
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang semakin positif sepanjang awal 2026. Di sisi lain, perjalanan wisatawan domestik justru mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, sebanyak 9.254 wisatawan mancanegara tercatat berkunjung ke Sulsel selama periode Januari hingga Mei 2026. Mayoritas wisatawan berasal dari kawasan Asia, terutama Malaysia, Tiongkok, dan Singapura.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan negara-negara Asia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan asing ke Sulsel. Selain faktor kedekatan geografis, konektivitas penerbangan dinilai turut mendorong tingginya angka kunjungan.
"Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari benua Asia seperti Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Dari Eropa juga cukup banyak seperti Prancis, Belanda, dan Jerman," ujar Aryanto di Makassar, Jum'at, (03/07/2026).
Data BPS menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus meningkat. Pada April 2026 tercatat sebanyak 1.922 kunjungan, kemudian naik menjadi 2.063 kunjungan pada Mei 2026.
Malaysia masih menjadi negara asal wisatawan terbanyak dengan 1.388 kunjungan selama Mei 2026. Disusul Tiongkok sebanyak 143 kunjungan, Singapura 83 kunjungan, dan India 20 kunjungan.
Sementara dari kawasan Eropa, wisatawan yang datang berasal dari Prancis sebanyak 42 kunjungan, Jerman 41 kunjungan, Belanda 26 kunjungan, serta beberapa negara lain seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Austria.
Menurut Aryanto, jika dibandingkan dengan Mei 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami kenaikan hingga 40,53 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah wisman yang masuk ke Sulsel hanya tercatat 595 kunjungan.
"Ini menunjukkan tren yang positif bagi sektor pariwisata Sulawesi Selatan. Peningkatan ini bisa menjadi indikator pemulihan sekaligus peluang memperkuat promosi wisata," katanya.
Berbeda dengan tren wisatawan asing, perjalanan wisatawan nasional melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin justru mengalami penurunan cukup tajam.
Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik tercatat 2.789 perjalanan, turun drastis dibandingkan April 2026 yang mencapai 8.166 perjalanan.
Aryanto menjelaskan, fluktuasi jumlah perjalanan wisatawan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari musim liburan, kondisi ekonomi masyarakat, hingga kalender nasional yang berdampak terhadap mobilitas perjalanan.
Meski demikian, ia berharap tren positif kunjungan wisatawan mancanegara dapat terus dipertahankan melalui penguatan promosi destinasi wisata serta kolaborasi pemerintah dengan pelaku industri pariwisata.
"Harapannya, peningkatan kunjungan wisatawan asing dapat terus berlanjut hingga akhir tahun dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur