get app
inews
Aa Text
Read Next : Tebar Kepedulian, Rutan Pangkep Bagikan 15 Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

Kekeringan Melanda 1.000 Hektare Sawah di Sidrap, Mobil Damkar Diterjunkan Bantu Petani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:00 WIB
header img
Mobil Damkar Diterjunkan Bantu Petani di Sidrap. (Foto: LeoMN).

SIDRAP, iNewsCelebes.id – Fenomena El Nino mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Sedikitnya 1.000 hektare sawah mengalami kekeringan akibat berkurangnya debit air dari embung, bendung kecil, dam parit hingga aliran sungai.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sidrap memastikan mayoritas lahan pertanian masih dapat dipertahankan berkat optimalisasi sistem irigasi dan program pompanisasi yang telah dijalankan sejak awal musim kemarau.

Dari total luas sawah sekitar 52.200 hektare, lebih dari 51.000 hektare masih dalam kondisi baik dan sebagian bahkan telah memasuki masa panen.

"Sidrap dampak el nino sudah mulai terasa, tapi penanganan yang serius di SIdrap, sawah irigasi terdistribusi airnya dengan bagus, jadi akhirnya, sawah irigasi alhamdulillah sudah ada yang mulai panen," ujar Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif kepada wartawan di Rujab Gubernur Sulsel. Rabu, (05/08/2026).

Sebanyak 30.000 hektare sawah irigasi disebut masih mendapatkan pasokan air secara optimal. Sementara sawah tadah hujan juga terbantu melalui program elektrifikasi pertanian, pompanisasi, dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang didukung Balai Kementerian Pekerjaan Umum.

Meski begitu, sejumlah lahan tetap terdampak kekeringan karena sumber air dari embung, bendung kecil, dam parit, maupun sungai telah mengering.

"Ada kurang lebih 1.000 hektare. Sementara 51.000 lebih yang berhasil," katanya.

Pemkab Sidrap memperkirakan panen raya akan berlangsung pada pekan pertama hingga pekan kedua Agustus 2026. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga produksi padi di tengah ancaman musim kemarau.

"Insyaallah sedikit lagi panen. Minggu pertama dan minggu kedua Agustus sudah memasuki panen raya," tuturnya.

Untuk membantu petani di wilayah terdampak, pemerintah melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari penyediaan pompa air, pengaturan distribusi air irigasi, hingga mengerahkan mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menyuplai air ke areal persawahan yang mengalami kekeringan.

"Upaya yang dilakukan adalah membantu petani lewat pompa, kemudian mendistribusi air, ada satu yang viral itu lewat pemadam kebakaran," jelasnya.

Langkah tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat setelah video mobil damkar menyiram areal persawahan beredar di media sosial.

Syaharuddin menegaskan upaya itu merupakan bagian dari respons cepat untuk mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sidrap.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut