Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kantor dan Gudang Yakult di Gowa Terbakar, Karyawan Mulai Bersihkan Sisa Puing
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Hasma, Warga Kurang Mampu di Gowa yang Berjuang di Tengah Sakit dan Dapat Bantuan Baznas

Senin, 07 September 2026 | 19:03 WIB
  • author Nirwan
Kisah Hasma, Warga Kurang Mampu di Gowa yang Berjuang di Tengah Sakit dan Dapat Bantuan Baznas
Kisah Pilu Warga Gowa, Tertahan Biaya Berobat Akibat Masalah Data Jaminan Kesehatan. Foto: Nirwan

GOWA, iNewsCelebes.id - Kisah Hasma Daeng Baji, warga kurang mampu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Persoalan status desil membuat akses jaminan kesehatan menjadi kendala bagi dirinya saat harus berjuang melawan penyakit.

Di tengah kondisi sakit yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Hasma bersama keluarganya dibayang-bayangi kecemasan akan biaya pengobatan yang terbilang berat bagi perekonomian mereka.

Warga Jalan Alternatif, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu ini tercatat masih terbaring di ruang perawatan rumah sakit tersebut hingga Senin (7/9/2026).

Kondisi ekonomi yang serba terbatas kian menghimpit ketika haknya mendapatkan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS) terhambat akibat data status desil.

Beruntung, di tengah situasi kritis tersebut, uluran tangan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa yang menyalurkan bantuan biaya perawatan langsung ke ruang rawat Hasma, disaksikan oleh anak-anaknya.

Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Munawir, yang didampingi Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan, Syamsul Anwar.

Munawir menegaskan bahwa penyerahan ini merupakan wujud kepedulian nyata Baznas terhadap masyarakat miskin yang terbentur masalah kesehatan.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Hasma dan keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan biaya pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit," ungkap Munawir.

Ia menilai, kasus yang menimpa Hasma merupakan potret nyata bagaimana karut-marut data penerima manfaat dan kalkulasi status desil berdampak langsung pada pemenuhan hak dasar warga. Di satu sisi pasien membutuhkan penanganan medis segera, namun di sisi lain kondisi finansial tidak memungkinkan mereka untuk berobat secara mandiri.

"Sebab di balik angka dan status desil, terdapat warga yang memiliki kebutuhan nyata. Ada keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit dan membutuhkan kepastian untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," tegasnya.

Oleh karena itu, penyaluran dana zakat ini hadir sebagai solusi darurat guna menyambung asa pasien, sembari pemerintah daerah melakukan pembenahan data jaminan sosial.

Bagi keluarga Hasma, kehadiran Baznas bukan sekadar bantuan finansial, melainkan penopang hidup di saat situasi mendesak.

Harapan mereka kini sederhana: Hasma dapat menjalani perawatan hingga tuntas, pulih dari penyakitnya, dan persoalan administratif tidak lagi menjadi penghalang bagi warga tak mampu untuk mendapatkan hak sehat.

 

Editor: Arham Hamid

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut