Pelabuhan Makassar dan Parepare Tumbuh, Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12 Persen
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan penumpang hingga 12,9 persen sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah penumpang meningkat dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh dua pelabuhan di Sulawesi Selatan, yakni Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Parepare.
Pelabuhan Parepare mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 17,8 persen. Trafik penumpang meningkat dari 572.176 orang pada Januari-Agustus 2025 menjadi 674.060 orang pada periode yang sama 2026.
Kenaikan trafik penumpang di Pelabuhan Parepare didorong meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama selama periode angkutan Lebaran.
Sementara Pelabuhan Makassar mencatat pertumbuhan trafik penumpang sebesar 9,8 persen. Jumlah penumpang naik dari 673.512 orang menjadi 739.788 orang.
Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi bertambahnya penumpang kapal Pelni dan kapal Dharma Lautan Utama yang melayani Pelabuhan Makassar.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan, pertumbuhan trafik penumpang menjadi salah satu indikator aktivitas konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah kerja perusahaan.
“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,” kata Abdul Azis, Jumat (18/9/2026).
Selain trafik penumpang, Pelindo Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional lainnya.
Trafik kapal berdasarkan gross tonnage (GT) meningkat 5,3 persen menjadi 294,82 juta GT dari 279,99 juta GT pada periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan jumlah kunjungan, trafik kapal naik 2,4 persen dari 78.172 unit menjadi 80.023 unit.
Arus peti kemas juga tumbuh 3,9 persen menjadi 1,70 juta TEUs dari sebelumnya 1,64 juta TEUs. Berdasarkan satuan boks, arus peti kemas meningkat 3,7 persen dari 1,38 juta boks menjadi 1,43 juta boks.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengatakan, pertumbuhan trafik di setiap pelabuhan dipengaruhi faktor yang berbeda, mulai dari tambahan layanan pelayaran, pembukaan rute baru hingga meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru,” ujar Yusida.
Secara keseluruhan, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi hingga Agustus 2026 tercatat di Pelabuhan Kendari sebesar 34,5 persen. Selanjutnya Pelabuhan Ambon tumbuh 18,9 persen, Pelabuhan Parepare 17,8 persen, Balikpapan 12,6 persen, dan Pelabuhan Makassar 9,8 persen.
Yusida menambahkan, Pelindo Regional 4 masih mencermati sejumlah indikator yang belum mencapai sasaran. Koordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah terus dilakukan untuk mengoptimalkan potensi trafik hingga akhir tahun.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjaga kelancaran pelayanan kapal dan barang hingga akhir tahun,” tutup Yusida.
Editor: Muhammad Nur