Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Istri Dilaporkan, Plh Sekda Gowa Firdaus Ikut Diperiksa Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Dua Penyidik Tipikor Polresta Gowa Diduga Dikeroyok di Jalan, Pelaku Diduga Mabuk Berat

Jum'at, 18 September 2026 | 23:11 WIB
  • author Nirwan
Dua Penyidik Tipikor Polresta Gowa Diduga Dikeroyok di Jalan, Pelaku Diduga Mabuk Berat
Dua Penyidik Tipikor Polresta Gowa Diduga Dikeroyok saat perjalanan menuju Polda Sulsel. Foto: Nirwan

GOWA, iNewsCelebes.id - Dua orang personel Polresta Gowa, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Minggu (13/9/2026) malam.

Keduanya diketahui berinisial ARD dan DB bertugas sebagai penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Gowa. Saat kejadian, keduanya tengah mengendarai sepeda motor menuju Polda Sulsel membawa berkas perkara.

Salah satu korban, ARD, menceritajan insiden bermula ketika sepeda motor yang dikendarai dua pria berboncengan diduga menyerempet pengendara lain sebelum menabrak lututnya.

"Pelaku awalnya menyerempet pengendara lain, setelah itu baru menabrak lutut saya. Kemudian saya dan teman DB berhenti sekitar 30 meter," kata ARD, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, kedua pria tersebut sempat melanjutkan perjalanan. Namun, keduanya kemudian memutar sepeda motor dan kembali menghampiri korban.

"Saya lihat awalnya pelaku terus berjalan, namun ternyata dia balik menghampiri saya dan langsung melakukan pemukulan," ujarnya.

Setelah kembali mendatangi korban, terjadi cekcok antara kedua penyidik dan dua pria tersebut.

Keributan kemudian berubah menjadi aksi pemukulan. ARD mengatakan dirinya dan DB menjadi sasaran serangan.

Kesaksian tersebut diperkuat warga yang berada di sekitar lokasi. Salah satunya Abdul Halim Dg Mabe (49), yang mengaku melihat langsung kejadian tersebut.

Abdul Halim saat itu sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil. Ia melihat korban berada di depan kendaraannya ketika insiden terjadi.

"Saya kebetulan naik mobil dan korban di depan. Pas di lampu merah ada orang naik motor disenggol, lalu kena kaki korban," kata Abdul Halim.

Ia kemudian melihat korban menepi di dekat rumah warga karena mengalami sakit pada bagian kaki.

Menurut Abdul Halim, dua pria tersebut kemudian memutar sepeda motornya dan kembali menghampiri korban.

"Pas kembali lagi, motor itu balik lagi ke korban dan dia mengajak korban untuk berkelahi. Yang memukul pertama memakai baju putih," ujarnya.

Abdul Halim mengatakan, salah satu pelaku terlihat dalam kondisi mabuk. Warga yang berada di lokasi juga sempat berusaha melerai keributan.

"Pelaku ini mengamuk, bahkan ada warga yang sempat melerai, tetapi pelaku juga melawan warga yang melerai," katanya.

Selain menggunakan tangan, salah satu pelaku diduga menyerang korban menggunakan buah durian.

Abdul Halim mengaku melihat buah durian berhamburan di sekitar lokasi kejadian. Ia juga melihat sebuah jeriken yang diduga berisi minuman keras tradisional atau ballo di sepeda motor pelaku.

"Saya lihat ada durian berhamburan di lokasi kejadian, bahkan ada saya lihat jerigen ballo di motor pelaku," ungkapnya.

Kanit Tipidum Satreskrim Polresta Gowa, Ipda Aditya Pamungkas, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.

Menurut Aditya, kejadian bermula ketika kedua korban hendak menuju Polda Sulsel untuk mengantarkan berkas perkara Tipikor.

"Awalnya korban hendak bepergian dari Polres menuju ke Polda untuk mengantar berkas Tipidkor. Sampainya di perempatan Jalan Andi Tonro, dia diserempet oleh dua terduga pelaku sehingga mengenai kaki kanan salah satu korban," kata Aditya.

Setelah hampir terjatuh, kedua korban kemudian berhenti. Sementara dua pria yang berboncengan tersebut kembali menghampiri mereka.

"Terjadilah perdebatan. Sembari perdebatan, berdasarkan pemeriksaan, kedua terduga pelaku langsung memukul korban DB dan ARD dari arah depan dan belakang," jelasnya.

ARD yang mengalami cedera pada kaki kemudian duduk di pinggir jalan. Namun, menurut polisi, salah satu pelaku kembali melakukan pemukulan hingga menyebabkan memar pada mata kanannya.

"Korban ARD yang kakinya sudah terluka kemudian duduk di pinggir jalan, tetapi masih dipukul oleh salah satu pelaku hingga menyebabkan memar pada mata kanannya," ujar Aditya.

Tak berhenti di situ, salah satu pelaku juga diduga menggunakan durian untuk menyerang korban.

"Ada durian yang dibawa pelaku karena dia memukul menggunakan durian. Mengenai salah satu tangan korban dan mengakibatkan cedera di tangannya karena ditangkis," kata Aditya.

Keributan tersebut kemudian mengundang perhatian warga. Warga berdatangan dan berusaha menghentikan aksi kedua pria tersebut.

Salah satu terduga pelaku, Junaidi alias Untung (39), berhasil diamankan warga. Sementara rekannya, Adi alias Hardi, melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi.

Aditya mengatakan Junaidi masih dalam kondisi mabuk berat ketika diamankan.

"Pada saat mau diamankan oleh anggota juga masih melakukan perlawanan," katanya.

Junaidi kemudian dibawa ke RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan medis, Junaidi dibawa petugas ke Polresta Gowa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah selesai mendapatkan penanganan medis, Pamapta Polresta Gowa datang ke rumah sakit dan mengamankan terduga pelaku untuk dibawa ke Polresta Gowa guna dimintai keterangan dan dilakukan tindakan hukum lebih lanjut," jelas Aditya.

Polisi menyebut kedua terduga pelaku berada dalam kondisi mabuk berat saat kejadian. Dari pemeriksaan sementara, Junaidi mengakui baru mengonsumsi minuman keras sebelum terjadinya keributan.

"Dia dalam kondisi mabuk berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan juga dia mengakui baru habis minum," kata Aditya.

Polisi juga menerima keterangan bahwa kedua pria tersebut sebelumnya mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan dan diduga menyerempet kendaraan lain.

"Menurut keterangan saksi, dia menabrak dua motor. Pertama motornya belakang pelapor, selanjutnya langsung menyenggol motornya pelapor atau korban," ujar Aditya.

Junaidi juga mengakui kepada polisi bahwa dirinya baru pulang dari lokasi yang biasa didatangi untuk berpesta minuman keras.

Dalam pemeriksaan, Junaidi mengakui melakukan pemukulan bersama rekannya, Adi alias Hardi. Polisi kini masih memburu Adi dan mendalami peran masing-masing terduga pelaku.

 

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut