Tawuran di Makassar Makan Korban, Remaja 19 Tahun Tewas dengan Luka Tembak
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Seorang Remaja bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19), warga Jalan Kandea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9/2026) dini hari.
Rafli ditemukan dalam kondisi mengalami luka yang diduga akibat tembakan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk asal proyektil yang menyebabkan luka tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari informasi adanya pertikaian antarwarga yang diterima Polsek Tallo sekitar pukul 02.50 WITA.
Lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda A. Sahrir kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan di Jalan Al Markaz.
“Peristiwa tadi pagi, dini hari itu dimulai dengan adanya informasi yang diperoleh oleh Polsek Tallo sekitar pukul 02.50, bahwa terjadi pertikaian antarwarga,” kata Didik saat memberikan keterangan di Kantor Biddokes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026).
Saat tiba di lokasi, polisi justru diserang massa menggunakan batu dan busur. Salah satu personel kemudian melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.
“Pada saat mendatangi TKP, dari kelima personel ini diserang dengan menggunakan batu dan juga menggunakan busur. Kemudian dari salah satu personel yang melakukan patroli atau mendatangi TKP memberikan tembakan peringatan,” ujarnya.
Setelah tembakan peringatan dilepaskan, massa kemudian membubarkan diri. Namun, sekitar pukul 04.50 WITA, polisi mendapat informasi adanya seorang warga yang menjadi korban. Korban diketahui bernama Rafli Ramadhani alias Pingky.
Rafli kemudian dibawa warga ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut. Kapolsek Tallo AKP Asfada bersama anggota selanjutnya mendatangi rumah sakit dan menyiapkan ambulans untuk membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
“Pukul 06.00, korban sudah berada di rumah sakit, di Biddokes maksudnya. Kemudian dilakukan pemeriksaan visum et repertum dan kemudian atas persetujuan dari keluarga korban dilakukan otopsi,” jelas Didik.
Menurut Didik, hasil otopsi akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Dari otopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban,” katanya.
Di sisi lain, Polda Sulsel juga melakukan pemeriksaan terhadap personel yang bertugas saat kejadian.
Didik mengatakan, personel yang mendatangi lokasi telah diperiksa oleh Propam dan Bidang Pengawasan Internal untuk mengetahui kronologi penggunaan senjata serta memastikan prosedur yang dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Sekarang dari personel yang melaksanakan tugas tadi pagi sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propam dan juga dilakukan pemeriksaan oleh Irwasda untuk menentukan siapa yang berbuat, kemudian alat apa yang digunakan, apakah sudah sesuai SOP,” tuturnya.
Didik menegaskan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Kemudian perkembangan akan disampaikan secara terbuka kepada rekan-rekan sekalian. Dan nanti rekan-rekan bisa mengikuti perkembangan,” tegas Didik.
Polda Sulsel juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris mengatakan, tim dokter telah melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam atau otopsi terhadap jenazah Rafli atas persetujuan keluarga.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan luka pada bagian punggung belakang yang memiliki karakteristik menyerupai luka akibat proyektil.
“Jadi tadi siang kita sudah laksanakan pemeriksaan di luar, kemudian dengan persetujuan keluarga kita melaksanakan pemeriksaan dalam atau otopsi,” ujar Muhammad Haris.
Ia menjelaskan, dari pemeriksaan tersebut ditemukan luka masuk pada bagian punggung sebelah kiri dan luka keluar yang mengarah ke bagian lengan kanan.
“Pada pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang, pada luka yang benar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak. Punggung luar kiri, kemudian keluar di lengan kanan,” jelasnya.
Menurut Haris, luka tersebut berukuran kecil dan memiliki karakteristik seperti luka akibat peluru. Namun, kepastian mengenai proyektil yang digunakan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
“Lukanya kecil, seperti peluru. Sudah diukur, nanti hasilnya itu akan diserahkan ke penyelidik untuk menentukan proyektil peluru yang bisa dicocokkan dengan korban balistik,” katanya.
Pemeriksaan balistik nantinya dilakukan untuk mengetahui ukuran dan jenis proyektil yang digunakan serta mencocokkannya dengan barang bukti yang ditemukan dalam penyelidikan.
“Penyelidikan balistik akan dilaksanakan oleh Bidladfor Polda Sulsel untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan,” ujarnya.
Haris menegaskan, dari hasil pemeriksaan medis ditemukan dua luka yang berkaitan, yakni luka masuk dan luka keluar.
“Ada dua tadi, sudah saya terangkan dari awal, ada luka masuk dan ada luka keluar,” tuturnya.
Editor: Muhammad Nur