Dari keterangan keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit serius, namun memang kerap berobat ke perawat terdekat karena penyakit usia lanjut.
Kronologi bermula saat pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 06.30 Wita, korban berangkat ke tambak miliknya di Kampung Pacerakeng yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung pulang.
Keesokan harinya, anak korban, Hartawan, menyusul ke tambak dan tidak menemukan ayahnya. Ia kemudian mencari bersama tetangga sesama petambak, Nyamin. Sekitar pukul 09.00 Wita, keduanya menemukan korban dalam posisi terlentang di pinggir pematang tambak.
Jenazah Harifuddin kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan disemayamkan oleh pihak keluarga.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
