Dalam percakapan yang viral, muncul pula istilah APH, kejaksaan, dan kepolisian. Ikbal menegaskan konteks tersebut bukan mengarah pada institusi mana pun, tetapi hanya lelucon internal untuk menakut-nakuti rekannya.
“Soal APH, kejaksaan, kepolisian-sama sekali saya tidak menahu. Itu hanya candaan agar dia tidak minta-minta uang lagi sebelum pekerjaan selesai,” ujarnya.
Ikbal juga membantah bahwa percakapan tersebut berkaitan dengan pekerjaan sekolah atau proyek swakelola sebagaimana ramai dibicarakan masyarakat.
“Tidak ada kaitannya dengan sekolah atau pekerjaan lain. Anak-anak hanya sering kumpul di rumah dan curhat. Bahkan saya tidak tahu di mana sekolah yang disebut itu,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa percakapan itu murni obrolan ringan, bukan pembicaraan proyek.
“Percakapan itu bukan urusan proyek. Itu hanya obrolan saat kumpul-kumpul,” katanya.
Terkait viralnya percakapan tersebut, Ikbal menyampaikan bahwa ia siap hadir apabila dipanggil oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Pangkep.
“Saya baru pulang dari luar daerah. Mungkin satu atau dua hari ke depan ada panggilan dari Badan Kehormatan. Kita lihat perkembangannya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pihak Partai NasDem juga akan menunggu hasil pemeriksaan dari BK sebelum memberikan sikap resmi.
“Dari partai pasti ada tindak lanjut, tapi kita tunggu dulu hasil Badan Kehormatan,” ujarnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
