Tiga Nelayan Pulau Sanane Pangkep Dilaporkan Hilang Saat Melaut

Udin Syahruddin
Kapal yang digunakan Nelayan Pulau Sanane Pangkep Dilaporkan Hilang Saat Melaut. Foto: ist

PANGKEP, iNewsCelebes.id - Tiga nelayan asal Pulau Sanane, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang saat melaut mencari ikan. Hingga Kamis (8/1/2026) malam, ketiganya belum kembali dan masih dalam pencarian.

Kepala Pelaksana BPBD Pangkep, Akbar Yunus, membenarkan adanya laporan nelayan hilang tersebut. Informasi awal diterima BPBD dari Babinsa Kecamatan Liukang Tangaya sekitar pukul 18.00 Wita, Kamis malam.

“Laporan kami terima dari Babinsa sekitar sejam lalu, kurang lebih pukul 18.00 Wita. Kejadiannya sendiri berlangsung kemarin,” ujar Akbar Yunus saat dikonfirmasi INews.id, Kamis (8/1/2026). 

Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Tiga nelayan tersebut dilaporkan turun melaut di perairan sekitar Pulau Lilikang, Desa Sabalana, menggunakan perahu jenis jollor. Namun hingga malam hari, mereka tak kunjung kembali ke Pulau Sanane.

Khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri pada pukul 21.00 Wita di hari yang sama. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Adapun identitas ketiga nelayan yang hilang yakni Jumadi (31), selaku juragan perahu, Rudi (22), dan Mursalim (36). Ketiganya merupakan warga Pulau Sanane, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya.

Perahu yang digunakan berjenis jollor berbahan fiber dengan panjang sekitar 7 meter dan lebar 1 meter, berwarna putih hitam. Di bagian samping perahu tertulis “JB 2023 97 SANSEL UNITED”.

BPBD Pangkep menduga sejumlah faktor dapat menjadi penyebab hilangnya para nelayan tersebut. Cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang, hingga kemungkinan kerusakan mesin di tengah laut menjadi faktor yang sering terjadi pada kasus serupa.

“Tidak menutup kemungkinan perahu mengalami kendala teknis atau terhambat cuaca yang saat ini tidak menentu. Diperkirakan perahu bisa hanyut ke arah timur, termasuk wilayah Kepulauan Selayar,” kata Akbar.

Sementara itu, informasi hilangnya nelayan ini juga disebarkan melalui media sosial. Seorang warga bernama Hasrin Hasrian mengunggah permohonan bantuan pencarian di Facebook.

Dalam unggahannya, Hasrin menyebutkan bahwa jollor asal Pulau Sanane diduga hanyut di sekitar perairan Pulau Lilikang, Desa Sabalana. Ia juga menyampaikan kekhawatiran pihak keluarga karena para nelayan tersebut disebut tidak membawa bekal.

“Kami keluarga besar Pulau Sanane sangat khawatir. Sudah 12 jam melakukan pencarian, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan jollor tersebut,” tulisnya.

Hasrin juga memperkirakan perahu tersebut dapat terdampar di wilayah Pulau Jampea, Bonerate, dan sekitarnya, serta mencantumkan nomor kontak untuk informasi jika ada warga yang melihat atau menemukan perahu tersebut.

Saat ini, BPBD Pangkep masih melakukan pemantauan perkembangan situasi, pendataan korban, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Rekomendasi telah disampaikan agar pencarian melibatkan Basarnas serta pemerintah desa dan aparat setempat di wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi terdamparnya perahu.

Editor : Muhammad Nur

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network