Fiqran mengatakan dapur MBG ini terdapat empat akses terpisah, yakni pintu penerimaan bahan baku, pintu masuk ompreng kotor, pintu khusus karyawan, serta pintu distribusi makanan (loading out).
"Sistem ini diterapkan guna meminimalkan risiko hazard pangan," katanya.
Fiqran menjelaskan, Pengolahan makanan juga disebut menerapkan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang didukung Food Safety Management System (FSMS).
"Seluruh peralatan dapur telah melalui proses quality control (QC) dari produsen, sehingga memenuhi standar keamanan pangan," jelasnya.
Selain pengolahan, aspek sanitasi dan higiene menjadi perhatian utama. Setiap dapur dilengkapi fasilitas biotic tank dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum limbah dialirkan ke saluran umum.
"Sistem sirkulasi dan pergantian udara di dalam dapur juga dirancang memadai untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja," tegasnya.
Fiqran Nugraha menyebutkan saat ini yayasan mengelola sebanyak 7 dapur di Sulawesi selatan yang tersebar di Makassar dan Kabupaten Gowa.
"Seluruh dapur MBG yang dikelola Yayasan Nusantara Bergerak Bersama dijalankan secara profesional dengan standar kebersihan dan disiplin kerja tinggi," lanjut Fiqran Nugraha.
Langka ini dikatakan sebagai upaya memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berlangsung aman, optimal, dan berkelanjutan.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
