Ia mengungkapkan, kondisi korban sejak awal sudah mengkhawatirkan. Proses evakuasi juga mengalami hambatan karena posisi korban berada di atap lantai tiga serta kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian.
“Hambatan utama di lapangan karena posisi korban berada di atap bangunan lantai tiga. Namun alhamdulillah tim berhasil melakukan evakuasi secara maksimal menggunakan tandu dan sistem pengikatan,” jelasnya.
Setelah berhasil diturunkan secara dramatis dari ketinggian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Kota Makassar, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Ismail menambahkan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, korban masih dalam kondisi hidup saat proses evakuasi dilakukan.
“Korban masih hidup saat dievakuasi, namun kondisinya memang sudah kritis. Kami sudah berupaya maksimal dan mendoakan yang terbaik,” katanya.
Diketahui, insiden tersengat listrik bermula saat korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik yang membentang di atas kepala ketika sedang melakukan pengecatan atap rumah kos.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
