Sebelumnya, BMKG melalui Stasiun Maritim Paotere Wilayah IV Makassar juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di 12 wilayah perairan Sulsel, berlaku hingga 5 Februari 2026.
Menurut BMKG, pola angin umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 15–30 knot, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang hingga 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Pangkep.
Perahu nelayan berisiko saat angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Kapal feri perlu mewaspadai angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk memantau informasi cuaca maritim terkini dan menunda pelayaran bila kondisi dianggap tidak aman.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
