Imran menambahkan, pihak wilayah berharap persoalan ini segera selesai karena dampaknya dirasakan oleh siswa penerima manfaat serta relawan yang untuk sementara tidak dapat bekerja.
Ia juga menegaskan, hasil pengecekan awal menunjukkan menu yang disajikan sebenarnya telah sesuai standar gizi berdasarkan penjelasan ahli gizi.
“Fokus masalahnya satu, yaitu menu yang diberitakan tidak memenuhi standar gizi. Namun dari penjelasan ahli gizi, jumlah gizinya sudah sesuai, dan itu juga sudah kami laporkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, membenarkan adanya penutupan sementara. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan rinci karena masih mengikuti rapat daring.
“Iya pak, tapi ini saya sedang zoom dulu, nanti baru telepon lagi karena ada laporan yang harus saya selesaikan. Soal penutupan, kami juga sudah membuat klarifikasi melalui video,” singkat Evi.
Hingga kini, pihak terkait masih menunggu hasil evaluasi untuk menentukan kapan layanan SPPG Mappasaile dapat kembali beroperasi.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
