Di sisi lain, Iran sempat membantah pernyataan Netanyahu dan Trump. Al Jazeera melaporkan, mengutip sejumlah pejabat Iran, bahwa Khamenei serta beberapa pejabat tinggi lain termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen masih hidup.
Kepala humas Kantor Pemimpin Tertinggi Iran juga menyebut laporan kematian Khamenei sebagai bagian dari “perang psikologis” musuh.
Bahkan sebelum klaim AS dan Israel, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada NBC bahwa Khamenei dan Pezeshkian lolos dari upaya pembunuhan.
Ia menyebut Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga masih hidup, meski tidak menampik adanya korban dari kalangan komandan senior militer Iran.
Namun perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah Iran akhirnya mengumumkan wafatnya Khamenei secara resmi. Pemerintah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur untuk mengenang sang pemimpin tertinggi.
Mengutip Associated Press, televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei berada di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran saat serangan awal dimulai. Foto satelit dari Airbus memperlihatkan lokasi tersebut mengalami kerusakan parah akibat pemboman intensif.
Editor : Muhammad Nur
