MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong data kemiskinan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sebagai langkah memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Gus Ipul sapaan akrabnya menegaskan, penyaluran bansos kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang bersifat dinamis dan terus diperbarui.
"Apakah data ini sudah akurat? Belum. Maka itu perlu pemutakhiran berkelanjutan," kata Gus Ipul di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, bahkan melibatkan RT/RW dalam proses pendataan warga yang berhak menerima bantuan.
"Yang kita tahu data itu cepat sekali berubah. Kalau ada yang meninggal, yang lahir ya, pindah tempat, menikah, naik kelas, turun kelas. Kalau kita terlambat melakukan pemutakhiran, ya, kita membantu orang yang sudah meninggal. Kita membantu orang yang sudah naik kelas. Kita membantu orang yang semestinya tidak memenuhi kriteria," katanya.
Ia menambahkan, pembaruan data dilakukan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tiga bulan.
"Maka itulah data kita dimutakhirkan terus. Setiap 3 bulan sekali BPS mengeluarkan data terbaru hasil pemutakhiran," ujar Gus Ipul.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
