Absen Rakor Persampahan, Wali Kota Makassar Beri Teguran Keras Lurah dan Ancam Sanksi

LeoMN
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegur sejumlah lurah lantaran absen dari rakor persampahan. (Foto: LeoMN).

Selain itu, Munafri juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda birokrasi. Ia menilai praktik saling melindungi dengan cara yang tidak tepat, seperti menutupi kesalahan atau mencari alasan, bukanlah cerminan kepemimpinan yang baik.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan di tingkat wilayah sangat bergantung pada kolaborasi dan kekompakan antara camat dan lurah. Keduanya harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan yang solid.

"Camat dan lurah itu satu paket, harus bonding. Kalau tidak, pasti ada wilayah yang tertinggal dan itu akan memengaruhi kinerja secara keseluruhan," seruan Appi.

Munafri juga mengingatkan para lurah agar tidak memposisikan diri sebagai “raja kecil” di wilayah masing-masing. Menurutnya, lurah merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan serta menyampaikan informasi dari pemerintah pusat hingga ke masyarakat.

Dia menegaskan ekspektasinya terhadap camat dan lurah sangat tinggi, namun harus diimbangi dengan kemampuan bekerja dalam harmoni tanpa ada yang tertinggal.

"Ibarat orkestra, semuanya harus selaras. Saya tidak ingin ada yang fals. Lebih baik kita berjalan bersama dengan harmoni daripada ada yang menonjol sendiri tapi merusak irama," katanya.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network