MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis, (11/06/2026). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan mulai dari bus antarkota, truk logistik hingga mobil pengangkut sampah.
Pantauan iNews Celebes, antrean mengular itu terjadi di SPBU Jalan Gunung Bawakaraeng sejak dini hari hingga sore hari. Para pengemudi terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar yang stoknya terbatas, bahkan belum tentu mendapatkan jatah pengisian BBM.
Salah seorang sopir bus antardaerah dan antarprovinsi, Kumpiq, mengaku telah mengantre sejak pukul 05.00 Wita namun hingga sore hari belum juga mendapatkan solar.
"Saya antri dari pukul 05 subuh tadi pak, sampai mau sore ini, belum juga dapat. Semua SPBU di Makassar tidak ada solar, tadi saya sudah keliling cari," ujar Kumpiq kepada wartawan Kamis, (11/06/2026).
Kumpiq yang melayani rute Palopo-Makassar mengatakan kelangkaan solar mulai dirasakan di banyak daerah. Menurutnya, sejumlah SPBU yang masih memiliki stok juga dipadati antrean panjang kendaraan.
"Rata-rata memang solar langka di SPBU. Kalau ditanya, mereka bilang kosong, ada juga yang bilang masih dalam perjalanan. Ini tunggu solar dulu, kalau tidak ada solar tidak bisa berangkat," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Jumardi, sopir truk pengangkut sampah yang mengaku telah mengantre sejak subuh.
"Saya antri di sini mulai dari setengah enam tadi subuh, sampai mau sore ini saya belum dapat solar," katanya.
Menurut Jumardi, banyak kendaraan operasional pengangkut sampah yang ikut mengantre karena bergantung pada solar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kalau mobil sampah memang di sini langganannya pak. Ini banyak mobil sampah antre karena langka solar. Kalau mobil sampah full tangki bisa dipakai tiga sampai empat hari," ujarnya.
Sementara itu, petugas SPBU, Syamsul kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu minggu. Meski suplai dari Pertamina tetap datang setiap hari, waktu pengirimannya tidak menentu dan jumlahnya berkurang dibandingkan biasanya.
"Belakangan ini sudah hampir satu minggu begini. Pengantarannya masuk ke sini tidak menentu, kadang pukul 01.00 siang, kadang pukul 02.00 siang, atau kadang sore," kata Syamsul.
Ia menjelaskan, sebelumnya SPBU menerima pasokan solar sekitar 16 ton per hari. Namun dalam beberapa hari terakhir jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 8 ton per hari.
"Belakangan ini suplai yang masuk dari Pertamina sisa 8 ton, dulu-dulunya sampai 16 ton. Ada pengurangan jatah, ini mungkin yang menyebabkan kelangkaan," ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak pengendara memilih datang sejak malam hari untuk mendapatkan antrean terdepan saat pasokan solar tiba keesokan harinya.
Hingga Kamis (11/6/2026) sore, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Para sopir berharap pasokan solar segera kembali normal agar aktivitas transportasi, distribusi logistik, dan pelayanan publik tidak terganggu lebih lama.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
