Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei dan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan dan monitoring, hingga evaluasi serta penyusunan strategi keberlanjutan program.
Pelatihan diberikan secara praktik langsung dengan materi meliputi pengenalan komponen, prinsip kerja mesin kabut otomatis, pengaturan kelembapan, pengenalan sistem panel surya, pengoperasian, hingga perawatan perangkat.
Mitra juga diarahkan melakukan pencatatan sederhana mengenai kelembapan, waktu operasi mesin, dan perawatan sebagai bagian dari penguatan manajemen usaha.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas bidang keilmuan. Tim terdiri atas Ayu Saputri Bahar sebagai ketua pengusul, Hamidah Hamris dan Iriandy sebagai anggota pelaksana, serta mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan yang turut mendukung kegiatan pengumpulan data, dokumentasi, pendampingan, dan evaluasi.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual melalui keterlibatan langsung dalam pemecahan persoalan teknologi di masyarakat.
Bagi Iriandy, keterlibatan dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan keilmuan pendidikan teknologi kejuruan melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dipahami dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Editor : Arham Hamid
Artikel Terkait
