PANGKEP, iNewsCelebes.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan karst Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), tepatnya di Gunung Lesang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kebakaran yang mulai terdeteksi sejak Rabu (30/9/2026) sore itu masih menyisakan sejumlah titik api hingga Jumat (2/10/2026). Kepulan asap dari kawasan karst bahkan terlihat dari permukiman warga di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene.
Petugas Manggala Agni TN Babul bersama Damkar Kabupaten Pangkep dan sejumlah instansi terkait masih melakukan pemadaman serta penyekatan untuk mencegah api meluas.
Komandan Regu 1 Manggala Agni Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Muhammad Iqbal mengatakan, masih terdapat dua hingga tiga lokasi yang mengeluarkan kepulan asap.
"Untuk kondisinya saat ini, di lokasi masih dijumpai 2-3 lokasi yang masih dijumpai kepulan asap. Cuma untuk saat ini, kepulan asap tersebut lokasinya berada di lembah dan berada di puncak karst. Sehingga tidak memungkinkan melakukan pemadaman langsung di lokasi tersebut," ujar Iqbal.
Kondisi medan yang berada di lembah dan puncak karst membuat petugas tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung di seluruh titik.
Iqbal mengatakan, petugas kemudian melakukan penyekatan untuk menghentikan pergerakan api dari puncak karst agar tidak mengarah ke permukiman.
"Namun hari ini kami melakukan penyekatan dan memutus kepala api yang turun dari puncak karst yang berpotensi menuju ke arah pemukiman masyarakat," katanya.
Berdasarkan hasil perhitungan sementara tim, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 21,51 hektare.
Lokasi kebakaran berada di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung, SPTN Wilayah 1 Minasatene, Resor Minasatene. Area tersebut mencakup zona inti, zona rimba, dan zona religi.
Dalam penanganan kebakaran, Manggala Agni melibatkan personel Damkar Kabupaten Pangkep, Damkar PT Semen Tonasa, Polsek Minasatene, polisi kehutanan, pengendali ekosistem hutan, serta penyuluh kehutanan.
"Kami berkolaborasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep, pemadam kebakaran PT Semen Tonasa, dengan penyuplai air, sehingga kami mampu menekan sebaran api yang berada di kaki-kaki kami," jelasnya.
"Personel Manggala Agni yang berjumlah 30 orang. Kami menggunakan metode pemadaman langsung yang berada di kaki karst," sambungnya.
Informasi awal kebakaran diterima petugas pada Rabu sore. Laporan disampaikan oleh masyarakat yang tergabung sebagai mitra polisi kehutanan kepada petugas yang sedang piket di kantor SPTN.
"Informasi berasal dari masyarakat mitra Polhut kami yang melapor ke petugas yang sedang piket di kantor SPTN," ujarnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
"Untuk dugaan sementara penyebab kejadian kebakaran hutan ini sedang dalam penyelidikan pihak terkait," katanya.
Petugas juga masih memantau tiga lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik penyebaran api ke dinding karst yang belum terbakar.
"Untuk saat ini kami melakukan pemantauan di tiga lokasi yang kemungkinan apinya masih bisa menyebar ke dinding karst yang lainnya yang belum terbakar. Namun kami telah melakukan pemutusan kepala api yang berpotensi melakukan penyebaran ke dinding karst tersebut," jelas Iqbal.
Ancaman api terhadap permukiman warga juga masih menjadi perhatian petugas. Pada pemadaman malam sebelumnya, titik api disebut berada sekitar 150 meter dari permukiman masyarakat.
"Kalau jarak tadi malam itu, titik api sebenarnya itu berjarak kurang lebih 150 meter dari pemukiman masyarakat," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
