Musim Hujan di Sulsel Diprediksi Mulai November 2026, Ini Wilayah yang Diguyur Lebih Dulu

LeoMN
Awal musim hujan di Sulsel baru akan turun pada november 2026. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Musim hujan di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi mulai berlangsung pada November 2026. Namun, awal musim hujan di setiap wilayah diperkirakan berbeda.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, mengatakan sekitar 25 persen wilayah Sulsel diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

"Yang pertama, prediksi awal musim hujan. Kapan mulainya? Di sini digambarkan, yang mulai bulan November hanya 25 persen," kata Ayi saat menyampaikan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).

Wilayah yang diprediksi lebih dulu memasuki musim hujan pada November meliputi Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, dan Enrekang.

Sebagian besar wilayah Pinrang, Luwu, Luwu Timur, serta sebagian kecil Sidrap juga diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November.

Sementara sekitar 58 persen wilayah Sulsel diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Wilayah tersebut meliputi Kepulauan Selayar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Parepare.

Sebagian wilayah Sinjai, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu Timur juga diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember.

Ayi mengatakan Maros menjadi salah satu wilayah yang mengalami pergeseran awal musim hujan. Jika biasanya musim hujan di wilayah tersebut mulai pada November, tahun ini diprediksi bergeser ke Desember.

"Yang biasanya Maros masuknya di November sudah masuk hujan. Ini karena ada pengaruh El Nino kuat tadi, maka dia bergeser," ujarnya.

Selain November dan Desember, BMKG memprediksi sebagian wilayah Sulsel baru memasuki musim hujan pada Maret 2027.

Wilayah tersebut terutama berada di kawasan Pantai Timur Sulsel. Sebagian besar Sidrap dan Wajo diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Maret 2027.

Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu.

"Yang belum tepat hanya sedikit di temuan di Pantai Timur, yaitu sebagian besar Sidrap, Wajo, sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu. Itu yang musim hujannya delay di bulan Maret," kata Ayi.

Menurut Ayi, perbedaan awal musim hujan tersebut dipengaruhi karakteristik iklim Sulsel yang beragam. Kondisi itu membuat awal musim hujan tidak berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah.

"Sulawesi Selatan mempunyai karakteristik iklim yang sangat unik, Pantai Barat musim hujan, Pantai Timur-nya musim kemarau. Utara Sulawesi Selatan hujan sepanjang tahun. Jadi kita mempunyai keunikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga 2027 tidak berarti seluruh wilayah Sulsel akan mengalami kekeringan sepanjang tahun.

Menurutnya, pengaruh El Nino lebih terlihat pada pengurangan jumlah curah hujan di sejumlah wilayah.

"Jadi irisannya, eliminasi, fungsi eliminasinya itu ada pada pengurangan daripada curah hujannya. Tadi sudah diprediksi berapa milimeter pengurangan curah hujannya," ujarnya.

Nasrol menjelaskan, di sejumlah wilayah curah hujan yang biasanya mencapai 50 milimeter dapat turun menjadi sekitar 30 milimeter akibat pengaruh El Nino.

Sementara wilayah yang biasanya memperoleh sekitar 30 milimeter pada periode kering diprediksi hanya mendapatkan sekitar 20 milimeter atau kurang.

"Ada daerah-daerah yang dengan El Nino ini bisa mencapai biasanya 50 milimeter menjadi 30 milimeter. Ada yang biasanya 30 milimeter pada saat musim keringnya menjadi 20 milimeter ke bawah atau diprediksi rendah. Nah, itu kontribusinya," jelasnya.

Meski demikian, sejumlah wilayah Sulsel tetap diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi saat memasuki musim hujan.

Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Toraja, Luwu, dan Luwu Timur.

Berdasarkan proyeksi BMKG, curah hujan pada Januari 2027 diperkirakan sudah berada di atas 100 milimeter di hampir seluruh wilayah Sulsel.

Editor : Muhammad Nur

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network