Viral Prajurit TNI AD Kopka Arsyad Sobek Piagam Satya Lencana Gegara Gagal Seleksi Bintara

LeoMN
Aksi emosional Kopka Arsyad yang menyobek piagam penghargaan lantaran gagal seleksi Bintara TNI AD. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Video seorang prajurit TNI AD yang meluapkan kekecewaan setelah dinyatakan tidak lulus seleksi Pendidikan Pembentukan Bintara Khusus (Diktukbasus) Kodam XIV/Hasanuddin viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik tersebut, prajurit bernama Kopka Arsyad itu memperlihatkan kekecewaannya setelah berulang kali gagal dalam seleksi Secaba. Bahkan, ia terlihat menyobek sejumlah piagam penghargaan Satya Lencana Kesetiaan menggunakan pisau.

Dalam rekaman itu, Kopka Arsyad mengaku telah mengikuti seleksi Secaba selama lebih dari 10 tahun. Namun, hingga kini dirinya belum berhasil lolos untuk mengikuti pendidikan pembentukan bintara.

Ia juga mempertanyakan hasil pemeriksaan kesehatan yang membuatnya dinyatakan tidak memenuhi syarat, sementara menurut pengakuannya terdapat peserta lain dengan riwayat penyakit komplikasi yang justru dinyatakan lulus.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin Bapak Pangdam, Bapak Kasad, saya Kopda Arsyad. Izin Bapak, saya sudah lebih 10 tahun ikut mengikuti seleksi Secaba. Sampai-sampai sekarang pun saya tidak lulus-lulus," ucap Kopka Arsyad dalam video beredar.

Arsyad turut mengungkapkan kekecewaan terhadap penghargaan yang selama ini diperolehnya selama bertugas. Ia merasa pengabdiannya selama puluhan tahun seolah tidak dihargai setelah berulang kali gagal dalam seleksi.

"Selama 26 tahun, Bapak, saya belum pernah, alhamdulillah belum pernah saya merusakan sakit. Setiap saya tes, saya dinyatakan sakit. Jadi tolong, apabila memang perbuatan saya seperti ini, Bapak, dianggap itu pelanggaran, tolong hukum saya, penjarakan saya apabila itu dianggap pelanggaran," katanya.

Meski menyampaikan protes, Arsyad menegaskan kekecewaannya bukan ditujukan kepada institusi TNI. Ia justru mengaku bersyukur karena selama berdinas dapat menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan hidup.

"Bukan TNI yang tidak baik, Bapak, bukan TNI yang tidak baik. TNI itu sangat baik, karena saya selama dinas 20 tahun alhamdulillah saya bisa bangun rumah, bisa kasih makan anak istri saya, bisa beli tanah sedikit, Bapak. Jadi TNI, Bapak, ibarat mobil ini membeli, tidak rusak, yang rusak itu pengemudinya," tuturnya.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network