Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Naik Tiga Kali Lipat, Inilah Penyebabnya!

Asfian Nur Muhammad
.
Rabu, 04 Januari 2023 | 21:32 WIB
Anggaran subsidi dan kompensasi energi disebut naik tiga kali lipat belakangan ini, berikut kami sajikan penyebabnya. Foto: MNC Media

JAKARTA, iNewsCelebes.id - Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu problematika yang terjadi dalam perekonomian masyarakat dan negara. Sebelumnya, September 2022 terjadi kenaikan signifikan yang menjadi perdebatan publik.

Dilansir dari idxchannel.com pemerintah menghimpun data mengenai anggaran subsidi dan kompensasi energi, yakni BBM, LPG (Liquefied Petroleum Gas), dan listrik mencapai Rp.551,2 triliun sepanjang 2022.

Hal ini menunjukkan peningkatan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan pagu (Batas pengeluaran tertentu yang tidak boleh dilampaui) APBN 2022 yang telah ditetapkan Rp.152,5 triliun sebelumnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan anggaran subsidi tersebut, diakibatkan karena kenaikan Indonesia Crude Price (ICP) yang sebelumnya telah ditargetkan APBN 2022 sekitar $63 USD per barel naik hingga mencapai $126 USD per barel.

"Lalu direvisi dengan Perpres 98/2022 menjadi USD100. Namun turun lagi USD 80. Jadi satu tahun, rata-rata ICP USD97 dan ini jauh dari target USD63," katanya di Jakarta, Rabu 4 Januari 2023.

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai adjustment. Sehingga menaikkan harga pertalite dan solar subsidi pada september 2022 sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah terjadi pelemahan ekonomi di eropa yang berpengaruh ke Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk melakukan kenaikan dan menyesuaikan kondisi yang terjadi.

"Waktu itu, kalau tidak melakukan berbagai adjustment, bisa bayangkan harga minyak (BBM subsidi), bisa naik sampai 4 kali lipat sama dengan Eropa yang saat ini mengalami pelemahan ekonomi dahsyat, sehingga harus menyesuaikan tarif listrik, BBM yang naiknya luar biasa tinggi," terangnya.

Ia menambahkan, pemerintah menaikkan pertalite 30 persen. Karena ingin melindungi masyarakat. Namun, konsekuensinya subsidi dan kompensasi melonjak lebih dari 3 kali lipat.

Follow Berita iNews Celebes di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini