Antara Cinta dan Gengsi, Film Uang Passolo Angkat Dilema Pernikahan Masa Kini
Namun, impian itu berbenturan dengan tuntutan keluarga Biba yang menjunjung tinggi gengsi sosial. Demi harapan mendapatkan banyak uang passolo, keluarga bersikeras menggelar pesta mewah lengkap dengan dekorasi mahal, katering besar, hingga elekton dua malam.
Konflik pun berkembang menjadi rangkaian kekacauan dan kekonyolan: daftar tamu yang membeludak, biaya pernikahan yang melonjak, hingga kenyataan pahit tanah keluarga harus digadaikan. Di tengah tekanan finansial dan ekspektasi keluarga, cinta Biba dan Rizky diuji untuk tetap bertahan dan saling menguatkan.
Film ini menyuguhkan cerita yang mengundang tawa, namun juga mengajak penonton merenung tentang arti kebahagiaan, kompromi, dan nilai-nilai yang sering terpinggirkan oleh tuntutan sosial.
Dari Realita Sosial ke Layar Lebar
Produser Adhy Basto mengungkapkan bahwa Uang Passolo merupakan film layar lebar pertamanya sebagai produser sekaligus penggagas ide cerita.
“Tema ini dekat dengan kehidupan masyarakat. Kita sering menemui hal seperti ini di sekitar kita, lalu mencoba menceritakannya lewat film,” ujarnya usai gala premiere.
Film ini menjalani proses produksi selama 26 hari dengan lokasi syuting seluruhnya di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.
“Karena kebetulan sutradara dan teman-teman dan teman-teman art dapat sosok karakter-karakter lokasinya di sana memang cocok dengan cerita-cerita yang Uang Passolo ini,” katanya.
Editor : Muhammad Nur