Antara Cinta dan Gengsi, Film Uang Passolo Angkat Dilema Pernikahan Masa Kini
Sutradara Andi Burhamzah menyebut film ini sebagai potret realitas sosial yang tumbuh dari pengalaman dan lingkungan tempat ia hidup.
“Ada banyak Biba dan Rizky di sekitar kita. Ceritanya bisa kita tertawakan, tapi jika direnungkan, ada sisi pahit dan menyedihkan bagi sebagian orang,” ungkapnya.
Sementara itu, pemeran utama Imran Ismail berharap film ini membuka jalan bagi lebih banyak karya lokal Sulawesi Selatan.
“Setelah Uang Passolo tayang, semakin banyak film yang mengangkat budaya daerah, khususnya Sulawesi Selatan. Film lokal harus bisa menembus nasional, bahkan internasional,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Mashita Asapa, yang menjadikan film ini sebagai debut layar lebarnya.
“Ini pengalaman pertama saya bermain film. Awalnya saya masih bingung dan belum tahu apa-apa. Tapi film ini memberi saya pelajaran baru, pengalaman baru, dan keluarga baru yang membuat saya sangat bangga dan bahagia,” tambahnya.
Dengan balutan komedi, kritik sosial, dan sentuhan budaya lokal, Uang Passolo tak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang cinta, keluarga, dan makna kebahagiaan sejati di tengah tradisi dan gengsi sosial.
Film Uang Passolo dijadwalkan tayang di jaringan bioskop XXI dan CGV di berbagai daerah di Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Editor : Muhammad Nur