Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Rusman Hadi, Personel Damkar Pangkep yang Gugur saat Bertugas
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Pria Tewas di Teras Masjid Pangkep Diantar 10 Remaja dari Makassar Pakai Pete-pete

Kamis, 08 Januari 2026 | 17:29 WIB
  • author Udin Syahrudin
Terungkap! Pria Tewas di Teras Masjid Pangkep Diantar 10 Remaja dari Makassar Pakai Pete-pete
Polisi periksa sejumlah pengantar pria tewas di teras masjid di Pangkep. Foto: Udin Syahrudin

Menurut keterangan saksi berinisial M (35), korban sehari-hari tinggal di depan rumahnya di Jalan Regge. Korban biasa tidur dan mandi di lokasi tersebut. Beberapa hari sebelum kejadian, korban mengaku sakit dan meminta diantar pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

“Korban mengaku punya keluarga di Segeri. Karena kasihan dan melihat kondisinya sakit, warga berniat membantu mengantarnya pulang,” kata Dipo.

Namun, dalam perjalanan menuju Pangkep, para pengantar mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi Segeri.

Penunjuk arah selama perjalanan adalah korban sendiri. Setibanya di wilayah Pangkep, rombongan sempat berhenti di daerah Bambu Runcing untuk bertanya arah.

“Karena alamatnya tidak jelas dan kondisi korban semakin lemah, korban kemudian meminta diturunkan di masjid saja. Peristiwa ini terekam CCTV,” ujar Dipo.

Setelah diturunkan, korban sempat meminta uang kepada pengantar sebesar Rp 100 ribu. Namun, warga hanya memberikan Rp 50 ribu.

Uang tersebut kemudian ditemukan polisi di lipatan baju korban saat olah tempat kejadian perkara.

Polisi menyebut korban diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Panampu, Makassar.

Korban dikenal warga sekitar dengan nama panggilan Budi, yang diduga merujuk pada tato bertuliskan nama tersebut di tubuhnya.

“Namun hingga kini identitas resmi korban belum diketahui. Tidak ditemukan KTP atau dokumen identitas lain. Hasil pemeriksaan sidik jari juga tidak terdata, diduga korban belum pernah melakukan perekaman e-KTP,” kata Dipo.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut