Pramugari Florencia Lolita Wibisono yang Pertama Teridentifikasi Korban Pesawat ATR 42-500
Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, mengatakan kondisi sidik jari korban masih terbaca dengan baik sehingga proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat.
“Papiler pada sidik jari masih dapat terbaca dengan jelas. Kami langsung mengambil sidik jari dan mencocokkannya dengan data pembanding yang ada,” ungkap Mashudi.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pembuktian secara ilmiah dengan metode pembandingan manual antara data postmortem dan antemortem.
“Dengan pembandingan sidik jari jempol tangan kiri secara manual, kami yakin secara keilmuan bahwa jenazah tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono,” tegasnya.
Mashudi memastikan identifikasi dilakukan secara akurat dan sesuai standar ilmiah.
“Kami sangat yakin berdasarkan metode dan kaidah keilmuan bahwa korban merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport,” katanya.
Editor : Muhammad Nur