7 Hari Pencarian, Basarnas Hentikan Operasi SAR Nenek Diduga Tenggelam di Sungai Bilareng Gowa
GOWA, iNewsCelebes.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Operasi SAR tersebut telah berlangsung selama tujuh hari sejak laporan pertama diterima pada 5 Maret 2026.
Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan lanjut usia yang merupakan warga Dusun Lemoa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA berangkat menuju area persawahan miliknya. Namun hingga siang hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi sawah dan menemukan sejumlah barang milik korban di tepi Sungai Bilareng. Saat itu kondisi sungai dilaporkan mengalami peningkatan debit air akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Korban diduga terpeleset dan terbawa arus sungai yang cukup deras.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Area pencarian meliputi beberapa titik mulai dari lokasi kejadian hingga Bendungan Karalloe dengan jarak penyisiran lebih dari 11 kilometer. Tim melakukan pencarian melalui jalur darat maupun menggunakan perahu pada sejumlah sektor yang telah ditentukan.
Namun hingga memasuki hari ketujuh operasi SAR, korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan seluruh unsur yang terlibat telah melakukan upaya maksimal selama proses pencarian. Meski demikian, kondisi cuaca dan karakteristik sungai menjadi kendala di lapangan.
“Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan metode darat dan perahu pada beberapa sektor pencarian. Namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan. Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama keluarga serta pemerintah setempat, operasi SAR secara resmi dihentikan,” ujar Andi Sultan.
Editor : Muhammad Nur