7 Hari Pencarian, Basarnas Hentikan Operasi SAR Nenek Diduga Tenggelam di Sungai Bilareng Gowa
Sultan menambahkan, medan pencarian yang cukup berat turut memengaruhi efektivitas proses pencarian. Sungai Bilareng diketahui memiliki arus cukup kuat dengan banyak batu besar serta jeram di sepanjang aliran sungai, terutama saat debit air meningkat akibat hujan.
Andi Sultan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam operasi tersebut, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian sejak hari pertama.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan dalam kondisi medan sungai yang cukup berat, dengan debit air tinggi, banyak batu besar, serta jeram di sepanjang aliran sungai. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” tambahnya.
Dengan penghentian operasi SAR tersebut, seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, MRB, FPL Lompobattang, TNI, Polri, SAR Universitas Hasanuddin (Unhas), SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), serta masyarakat setempat.
Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, khususnya pada musim hujan dengan kondisi debit air tinggi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari potensi kecelakaan di perairan.
Editor : Muhammad Nur